logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 9 Juli 2002 Sala  
Line

''Tak Ada Lagi Lahan''

SOLO - Salah satu penyebab keruwetan dan kemacetan arus lalu lintas di kawasan Keraton Surakarta dan Pasar Klewer adalah tidak ada lahan parkir yang representatif. Solusi memindahkan parkir bus pariwisata ke Alun-alun Kidul ternyata belum sepenuhnya berjalan lancar.

Hal itu karena masih ada kendala. Pengalihan parkir bus wisata ke Alun-alun Kidul seharusnya diikuti penyediaan sarana angkutan untuk mengangkut wisatawan yang turun dari bus menuju keraton atau Pasar Klewer.

Saat ini bus wisata menurunkan penumpang di keraton atau Klewer tidak langsung ke Alun-alun Kidul, tapi parkir di sekitar Alun-alun Lor. ''Ini yang menjadi masalah,'' ujar Kepala Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ) Solo Ponco Wibowo SH SpN.

Dikatakan, pihaknya pernah meminta keraton agar keramaian di Alun-alun Lor dan kawasan Klewer dipecah. Yakni, dengan memindahkan parkir di kawasan itu ke Alun-alun Kidul yang selalu sepi, karena tidak pernah digunakan aktivitas bisnis.

''Kemudian, kami memprogramkan bus wisata parkir dan menurunkan penumpang di Alun-alun Kidul. Lalu, para penumpang diangkut ke keraton atau Klewer dengan angkutan lain,'' katanya.

Andong

Bentuk angkutannya, dia mengusulkan berupa andong, becak, atau sepur kelinci. Hanya, usulan itu sampai kini belum terwujud. Bahkan, banyak bus wisata setelah menurunkan penumpang, langsung parkir di Alun-alun Lor.

Dia mengakui, kemacetan dan keruwetan lalu lintas di kawasan itu karena tidak ada lahan parkir memadai. Ruas jalan banyak digunakan untuk parkir. Akibatnya, jalan menyempit dan memacetkan arus lalu lintas.

Sebelum itu, kata dia, angkutan wisata banyak parkir di depan garasi dan bengkel mobil pemadam kebakaran. Namun, setelah digunakan untuk pembangunan kios, areal tersebut tidak bisa untuk parkir. ''Itu juga mengakibatkan lahan parkir berkurang.''

Di kawasan pusat usaha seperti Pasar Klewer, kata Ponco, perlu dipikirkan keberadaan gedung parkir. Namun, dia melihat di kawasan itu tidak ada lahan yang memadai untuk itu. ''Di kota-kota besar, parkir sudah menjadi bisnis yang dikelola profesional dengan gedung parkir.'' (sri-17e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA