
| Selasa, 9 Juli 2002 | Sala |
Indarto Mencipta Alarm Motor Antimaling
TINDAK kriminalitas pencurian sepeda motor hampir terjadi setiap saat. Sepertinya di semua tempat, tidak lagi aman untuk menaruh sepeda motor walau hanya relatif sebentar. Pencurian motor dapat menimpa orang besuk di rumah sakit, penelepon di wartel, orang yang tengah berbelanja ke pasar atau toko. Bahkan, sepeda motor milik panitera di Pengadilan Negeri Wonogiri hilang saat diparkir di kantornya. Maling motor tak mau tahu siapa pemilik motor itu, karena ada pula polisi yang menjadi korban. Nasib sama juga dialami oleh pegawai kantor, pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga, atau pedagang pasar. Pencuri pun belakangan makin nekat, karena juga menyikat motor yang diparkir di dalam rumah pada malam hari. Berkaitan dengan pencurian sepeda motor yang merebak itu, Kapolres Wonogiri AKBP Drs Darwin Butar Butar, pernah mengimbau agar para pemilik sepeda motor meningkatkan kewaspadaan. Pemilik motor diminta tidak hanya mengandalkan kunci standar, tapi perlu pula membuat kunci pengaman tambahan. Kunci pengaman tambahan itu dapat berupa alarm atau model putus sambung melalui tombol on-off yang tersembunyi, hanya diketahui pemiliknya. Pengaman alarm seperti itu ternyata banyak dijajakan di toko penjual aksesori dan onderdil sepeda motor atau oleh teknisi mekanik perbengkelan. Harga Terjangkau ''Namun, alarm buatan saya ini terhitung murah, walau fungsinya tidak kalah dengan model di toko. Ini saya buat dan saya pasarkan sendiri, sehingga relatif murah,'' ujar Indarto (33). Pemuda lajang lulusan SMA di Jatinom Kabupaten Klaten itu, aktif memasarkan hasil karyanya ke kantor-kantor dinas instansi di berbagai kabupaten di Jateng selatan. ''Dengan alarm antimaling buatan saya ini, ketika motor dikontak saat akan dicuri orang, klakson langsung berbunyi dan motor tak akan hidup saat distarter,'' katanya. Mantan salesman barang-barang elektronik itu mengaku menciptakan alarm berkat dari ketekunannya mencermati sistem aliran listrik arus lemah yang terstruktur di konstruksi sepeda motor. ''Saya mempelajarinya dengan teliti sejak 1987. Akhirnya saya dapat membuat alat seperti ini,'' tuturnya. Alarm tersebut dirakit dari komponen bahan listrik sederhana, yakni saklar yang dilengkapi jaringan kabel putus sambung yang dihubungkan tombol on-off manual. ''Harga alarm itu Rp 25.000. Namun, karena yang beli wartawan, saya beri harga promosi, cukup Rp 20.000. Sebagai bonus, langsung saya pasangkan,'' katanya sambil mengenalkan nomor HP-nya 0822725820 dan senantiasa siap dipanggil bagi yang membutuhkannya. (Bambang Pur-14e) | |||||