logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 9 Juli 2002 Olahraga  
Line

Lambang Kebangkitan Australia

Lleyton Hewitt - SM/rtr

LONDON - Juara baru Wimbledon Lleyton Hewitt ingin memanfaatkan gelar juara Grand Slam yang direbutnya sebagai landasan pacu bagi kebangkitan kembali tenis Australia.

Meski petenis nomor satu dunia ini menang mudah 6-1, 6-3, 6-2 atas David Nalbandian (Argentina) di final Minggu lalu, tak pernah diperhatikan bahwa hanya dengan Hewitt, Mark Philippoussis dan Wayne Arthurs, serta Scott Draper, partisipasi Australia merupakan yang terendah di Wimbledon sejak Perang Dunia II.

''Saya berpikir untuk menunjukkan kepada semua anak Australia bahwa menang di Wimbledon itu mungkin. Anda bisa memimpikannya. Anda harus bekerja sangat keras untuk sampai ke sana, tapi itu mungkin,'' kata Hewitt (21).

''Ketika saya masih anak-anak, saya menonton Pat Cash menang di Wimbledon. Bagi saya, adalah hal besar melihat seorang petenis Australia menang di sini,'' tambahnya setelah menjadi orang Australia pertama sesudah Cash pada 1987, juara di All England Club.

Akan tetapi rekor negara itu saat ini masih jauh dibandingkan dengan masa kejayaan Australia di tahun 1960-an dan awal 1970-an ketika Rod Laver, John Newcombe dan Roy Emerson merebut 10 gelar juara dalam tempo 12 tahun.

Di antara kemenangan Cash dan Hewitt, hanya Pat Rafter yang menduduki runner-up pada 2000 dan 2001. Kemenangan Hewitt menular pada rekan senegaranya, Todd Woodbridge yang berpasangan dengan Jonas Bjorkman merebut juara ganda putra untuk kali ketujuh di Wimbledon, dan Todd Reid yang menjadi juara di kelompok yunior.

Hewitt menambahkan, dia tak harus menanggung beban seluruh harapan Australia di pundaknya. ''Saya rasa saya akan merebut beberapa gelar Grand Slam lagi, terutama jika saya bermain seperti yang telah saya lakukan di sini.''

Dia menuturkan, ada petenis lain yang bisa menantang dirinya. Sebut saja Marat Safin yang punya kemampuan bermain di semua jenis lapangan.(rtr,A7-59)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA