
| Selasa, 9 Juli 2002 | Berita Utama |
Mu'thi dan Suyoto BersaingSURABAYA- Persaingan antarkandidat ketua umum PP Pemuda Muhammadiyah periode 2002-2006 makin ramai. Jawa Timur, yang menjadi tuan rumah muktamar, sudah menyatakan hanya akan memunculkan satu nama, yakni Ir H Suyoto MSi. Pemunculan nama ini disebut-sebut sudah final, setelah melalui sesi diskusi dan lobi yang panjang. Jumlah calon ketua umum kemarin mengkristal dari 76 nama menjadi 14 nama saja. Dua calon dianggap paling berpeluang, yakni Suyoto dan Drs H Abdul Mu'thi MEd yang saat ini menjabat ketua PW Pemuda Muhammadiyah Jateng dan sekretaris PW Muhammadiyah Jateng. Sebagaimana Jatim, sebagian besar duta Jateng menjagokan Mu'thi untuk memegang tampuk tertinggi di ormas kepemudaan itu. Bahkan lelaki kelahiran Kudus, pada 2 September 1968, itu meraih dukungan luas dari berbagai peserta luar Jawa. Mereka menyebut Mu'thi, yang mengajar di Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo dan menjabat ketua Program Studi Psikologi/Bahasa Inggris di institut tersebut, sebagai sosok yang low profile, serta tidak menggebu-gebu seperti calon lainnya yang mengaku sudah mengantongi dukungan dari berbagai daerah. Disosialisasikan Suli Da'im, anggota Tim Sukses Jatim, mengaku sudah mensosialisasikan pilihan wilayahnya yang hanya menjagokan Suyoto. Sosialisasi dilakukan terhadap semua pimpinan daerah (PD) di Jatim. "Jatim menganggap sukses kalau Suyoto terpilih sebagai ketua umum dan Mirdasy menjadi formatur pertama," kata Suli. Mirdasy, yang sebelumnya termasuk calon kuat dari Jatim, menyatakan bersedia mundur dari bursa pencalonan asalkan diakomodasi sebagai salah satu pimpinan harian tingkat pusat. Tim sukses Jatim juga dilengkapi dengan posko yang dikomandani Kuswiyanto dan Hidayatullah, yang bertugas menggalang suara. Suyoto sendiri yang kini rektor Universitas Muhammadiyah Gresik mengaku ingin mundur dari bursa pencalonan. "Tetapi itu tidak mungkin. Kalau Mirdasy mundur, masak saya juga ikut mundur. Jika terpilih, saya akan mundur dari jabatan di PAN," katanya. Menurut sumber di arena muktamar, Mirdasy mundur karena tak bersedia keluar dari kepengurusan DPW PPP Jatim. Menurut Ketua Panitia Pemilihan, dr H Agus Suradika MPd, ketua umum yang kelak terpilih bukan hanya pandai dan cerdas, tapi juga harus mampu mengemban amanah jabatan dan menampung aspirasi Pemuda Muhamamdiyah sebagai prioritas utama. Hari kedua muktamar kemarin menghadirkan Mendagri Hari Sabarno, yang berbicara tentang bagaimana membangun peradaban bangsa dalam perspektif daerah. Ia lebih banyak menekankan masalah penerapan otonomi daerah yang diakuinya masih banyak menimbulkan pro-kontra. Mengaku berasal dari lingkungan Muhammdiyah, Hari sempat berseloroh mengenai pengamanan muktamar di Asrama Haji Sukolilo Surabaya yang amat ketat. "Saya ini seperti tahanan, karena tangan kanan dan kiri dipegang petugas pengamanan, sehingga untuk berjabat tangan dengan peserta tidak bisa. Bersikaplah wajar, jangan berlebihan, atau melebihi tentara yang sebenarnya," kata letjen purnawirawan itu. (jo,ro-48) |