
| Selasa, 9 Juli 2002 | Berita Utama |
Musibah di Karaoke22 Orang Tewas TerbakarPALEMBANG - Petugas pemadam kebakaran dan Kepolisian Kota Besar (Poltabes) Palembang, Senin sore, kembali mengevakuasi tiga mayat lagi di tempat hiburan Happy Karaoke, kompleks pertokoan dan hiburan Ilir Barat Permai Palembang, yang terbakar Minggu (7/7) sekitar pukul 15.00 WIB. Dengan ditemukannya tiga mayat dalam kondisi hangus dan tidak dikenali itu, jumlah korban kebakaran yang sebelumnya tercatat di posko pengaduan korban bencana kebakaran yang dibuka lembaga swadaya masyarakat KAPAK KN dan Badan Kesatuan Bangsa Pemprov Sumsel di sekitar lokasi kejadian, 19 orang hingga Senin pukul 18.00 WIB, menjadi 22 orang. Menurut petugas posko, Aminullah, identitas ketiga korban belum diketahui, sedangkan ke-19 korban lain adalah Bicek Tuniah (54), Herman (34), Fitriyani (19), Juni (18), Fitry (19), Faisal Madjid (42), Aan alias Andi (27), Baiki (38), Ekayatisyari (23), Ellyn (23), Teguh Gunawan (35), Amdy Edward Gani (37), Acit (20), Amran Azhari (38), Sopuan (27), Andi Edward Gani (37), Pengsiung (30), Agus (27) dan Teguh Gunawan, SE (36). Para korban adalah karyawan tempat hiburan itu dan para pengunjung di antaranya sejumlah pelajar dan mahasiswa. Menurut Kapoltabes Palembang Kombes Pol Drs Sutarman yang memimpin langsung proses evakuasi, korban yang tewas diperkirakan masih banyak lagi,karena petugas belum bisa memasuki seluruh bagian gedung yang berlantai lima itu akibat api masih ada yang menyala, kendati sudah bisa dilokalisir. Pusat perbelanjaan Ramayana, Hero, Pojok Busana, Hotel Princes, dan beberapa pertokoan perkantoran di kawasan kompleks Ilir Barat Permai Palembang yang berada dekat lokasi kebakaran masih tutup total, begitu juga sebuah jalan. Kesulitan Wakil Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Palembang, Syamsudin A SH di Palembang, Senin pagi menjelaskan, kebakaran terjadi sejak pukul 15.00 dan api dapat dipadamkan sepenuhnya Senin pukul 02.00 WIB. Saat api baru menyala, Dinas Pemadam Kebakaran Palembang langsung mengerahkan 15 unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi, namun karena kesulitan tidak ada tangga darurat di gedung berlantai lima itu api sulit dijinakkan. Di samping itu gedung tempat hiburan tersebut banyak sekatnya sehingga menyulitkan petugas untuk memadamkan api, tambahnya. Senin pagi, tampak puluhan petugas kepolisian bersiaga mengamankan suasana dan bangunan gedung berlantai enam itu. Musibah kebakaran di Palembang merupakan kali yang kedua selama lima tahun terakhir yang merenggut banyak korban jiwa. Kebakaran yang pertama terjadi di pertokoan Megahria tahun 1998, menghanguskan 17 korban tewas. (ant-16) |