
| Selasa, 9 Juli 2002 | Berita Utama |
Naimatul Memukau Pengunjung STQMATARAM- Penampilan Hj Naimatul Khoiriyah pada cabang Hafizah 30 Juz di Aula Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mataram, kemarin memukau pengunjung Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Nasional Ke-16 di halaman kantor eks Bupati Lombok Barat Jalan Sriwijaya, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Wanita asal Purwodadi, Grobogan itu menyampaikan semua hafalan sesuai dengan soal yang diberikan dewan hakim. Dewan hakim yang berjumlah 10 orang diketuai Prof Dr Rumrowi, Guru Besar IAIN Sunan Ampel Surabaya. Saat Naimatul tampil di mimbar kaca, para pengunjung yang memadati aula memberikan tepuk tangan. Tim pendamping Drs H Moh Ahyani optimistis, Naimatul akan menjadi juara. Sementara itu, qariah dewasa putri Miladia Nur (23) dari Pekalongan semalam pingsan di mimbar tilawah. Akibat pingsan tersebut, dia kemudian digotong keluar dari mimbar tilawah yang terdiri atas ruang kaca untuk mendapatkan perawatan. Selain Naimatul dan Miladia, kafilah Jateng yang tampil dalam arena STQ kemarin adalah M Ghufron dari Pekalongan cabang Hifzil Quran 20 Juz dan Abdul Rozaq dari IAIN Walisongo dalam cabang Tafsir Alquran Bahasa Arab. Hari ini tujuh wakil Jateng akan tampil, yaitu Ny Hafizah dari Kudus cabang Qiraat Sab'ah, Sumarni dari Rembang cabang Hifzil Quran 5 Juz dan Tilawah, Abdullah Salam dari Grobogan cabang Hifzil Quran 5 Juz. Habibah Choiriyyah dari Salatiga cabang Tafsir Bahasa Arab dan Abdul Hakim dari Demak cabang tafsir Bahasa Indonesia. Waffiq Azizah dari Magelang tampil dalam cabang Tilawah Anak-anak, Umi Latifah dari Kebumen cabang Hifzil Quran 1 Juz dan Sunardi dari Rembang cabang Hifzil Quran 1 Juz. STQ di Bengkulu Sementara itu, dari arena Rekarnas Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) terjadi perdebatan tentang tuan rumah STQ ke-17 pada 2004. Provinsi Bengkulu dan Gorontalo sama-sama ngotot menjadi tuan rumah. Akhirnya peserta sepakat Bengkulu sebagai tuan rumah STQ mendatang. Gorontalo yang dipimpin Gubernur Fadel Mohammad dipersilakan memilih menjadi tuan rumah STQ Nasional 2005 atau MTQ Nasional 2006. ''MTQ Nasional 2003 akan dilaksanakan di Palangkaraya," ungkap Drs KH Achmad Darodji. Pimpinan kafilah Jateng Drs HM Chabib Thoha MA mengemukakan, dulu ada kesenjangan birokrasi dengan kantong-kantong yang menghasilkan qari-qariah dan hafiz-hafizah. ''Karena itu, ke depan Depag dan LPTQ akan berupaya menjalin komunikasi aktif dengan para kiai dan ulama pesantren yang memang mencetak para qari-qariah dan hafiz-hafizah.'' Dia mengakui selama ini pemerintah dan Departemen Agama tidak mampu mencetak qari-qariah, hafiz-hafizah, dan mufasir-mufasirah. ''Yang mencetak mereka itu ya para kiai dan ulama. Karena itu, peranan mereka sangat penting.'' (B13-29j) |