logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 9 Juli 2002 Berita Utama  
Line

Mega: Bukannya Saya Takut

  • Soal Pemilihan Presiden Langsung

JAKARTA - Presiden Megawati Soekarnoputri menyatakan, dirinya tidak takut pemilihan presiden dilaksanakan secara langsung. Tapi sekali lagi ia meragukan kesiapan perangkat untuk mendukung mekanisme pemilihan langsung itu, mengingat Pemilu 2004 sudah terlalu dekat. Menurut Mega, kalau pemilihan langsung belum siap dilaksanakan pada Pemilu 2004, tidak ada salahnya pelaksanaannya diundur hingga 2009.

Hal tersebut dikemukakan Mega saat menerima pengurus Ikatan Putra Nahdlatul Ulama (IPNU) di Istana Negara, Senin (8/7) siang. Ini adalah untuk kedua kali Ketua Umum PDI Perjuangan itu menyinggung polemik pemilihan presiden langsung. Meskipun tidak secara langsung menolak pemilihan umum langsung pada putaran kedua, sebelumnya Mega juga telah mempertanyakan urgensinya mekanisme seperti itu dilakukan pada Pemilu 2004. Tapi alasannya yang dimajukan ketika itu soal kesiapan rakyat melaksanakan pemilihan presiden langsung.

Kepada wartawan usai bertemu Presiden, Ketua Umum IPNU Al Amin Nur Wahab mengungkapkan, sebenarnya Mega tidak takut dengan pemilihan presiden langsung.

"Ibu Mega bilang, saya bukannya takut untuk mengikuti pemilihan presiden langsung, seperti yang dilansir di media massa. Beliau juga tidak pernah mengatakan tidak setuju pada pemilihan presiden langsung. Hanya saja kapan pemilihan presiden langsung itu betul-betul dapat dilaksanakan dan diterima oleh masyarakat Indonesia," kata Amin mengutip penjelasan Mega.

Orang pertama di partai berlambang kepala banteng ini meragukan perangkat dan undang-undangnya betul-betul siap untuk menyelenggarakan mekanisme baru itu. Karena tahun 2004 sudah sangat dekat.

Ditanya apakah Mega mempunyai gambaran kapan kira-kira pemilihan presiden langsung siap dilaksanakan, Amin mengatakan, Presiden tidak menjelaskannya.

"Tetapi yang jelas beliau siap, asal perangkat atau undang-undang yang menunjang pelaksanaan pemilu dan pemilihan presiden itu sudah siap," katanya.

Amin sendiri belum yakin pemilihan presiden langsung akan dapat dilakukan pada pemilu 2004. Sebab amandemen UUD saja belum tentu berjalan mulus. Bahkan Sidang Tahunan MPR yang akan berlangsung bulan depan belum tentu jelas apa hasilnya. "Itu juga menjadi bahan pemikiran," imbuhnya.

Voting

Berkaitan dengan amandemen ini, Mega menyatakan dirinya kurang setuju dengan tradisi voting untuk sesuatu hal yang menyangkut UUD. Apalagi jika pembahasan sampai mengalami deadlock.

"Bagaimana untuk merumuskan UU yang menyangkut urat nadi urusan berbangsa dan bernegara dilakukan dengan voting, atau sampai terjadi deadlock. Ini merupakan suatu hal yang tidak dapat kita terima," ujar Mega seperti dikutip Amin.

Menyinggung sikap partainya yang menolak pembentukan Pansus Bulog II, Mega beralasan tidak semua urusan perlu diselesaikan melalui Pansus. Sebab jika semua persoalan dipansuskan, menurutnya, hanya akan menambah beban kerja DPR. Padahal tugas Dewan masih menumpuk.

"Rancangan undang-undang yang di DPR itu masih sangat banyak yang belum terselesaikan. Jadi yang menjadi pemikiran beliau adalah tidak menambah beban tugas (DPR). Dan (lagi pula) apa guna dari lembaga yudikatif. Oleh karena itu beliau mendorong masyarakat untuk mendorong yudikatif supaya menyelesaikan urusan ini dengan maksimal," papar Amin.

Pada kesempatan yang sama Presiden menyatakan kekesalannya terhadap aksi-aksi unjuk rasa yang diwarnai penginjak-injakan foto dirinya dan Wapres Hamzah Haz. Menurut Mega, Presiden dan Wapres adalah simbol negara yang harus dihormati.

"Jika simbol-simbol tersebut tidak dihormati, berarti juga tidak menghargai bangsanya sendiri. Jika tidak suka dengan negara ini lebih baik mereka meninggalkan Indonesia dan mencari negara lain," tegas Mega.

Presiden berharap kejadian seperti itu tidak terulang lagi, dan untuk masa-masa selanjutnya aksi unjuk rasa dilakukan dengan cara yang lebih baik dan santun. (A20-16)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA