
| Selasa, 9 Juli 2002 | Semarang & Sekitarnya |
Dua Tewas akibat Minum Minuman Keras
SEMARANG- Dua warga Kelurahan Pekunden, Semarang Tengah tewas setelah menenggak minuman keras (miras) jenis ginseng dan congyang. Keduanya, Medi (30) dan Hendro (30) meninggal di tempat dan waktu terpisah. Medi meninggal Minggu (7/7) malam di kosnya Pekunden Tengah RT 8/RW 2, sedangkan Hendro tewas kemarin pukul 15.30 di sebuah warung di Jl Batan Selatan, Kelurahan Miroto. Peristiwa tersebut menambah daftar korban jiwa akibat mengonsumsi miras di Semarang. Terakhir, awal Juni lalu 8 warga Kebonharjo, Tanjungmas dan Bandarharjo tewas secara berurutan, juga akibat meminum oplosan ginseng dan congyang. Mayat Hendro ditemukan kali pertama oleh Leman (50) dan Muhari (40), dua pemilik warung di Jalan Batan Selatan. Ketika hendak membuka dagangan, keduanya melihat sesosok tubuh tergeletak di atas bangku warung tenda sebelah warung milik mereka. Begitu mendekat, mereka mengenali orang itu adalah Hendro, tukang parkir di Jl MH Thamrin.
Pemuda yang tinggal di rumah pamannya, Aryanto (45) warga RT 7/RW 2 Kelurahan Pekunden itu tiap hari memang suka nongkrong di warung-warung sepanjang Jalan Batan Selatan. Membangunkan ''Saya mencoba membangunkan dia, tapi diam saja. Saya periksa denyut nadinya, juga tidak ada tanda-tanda aliran darah,'' kata Leman. Dia langsung tersadar, Hendro telah tewas. Puluhan warga dan pengendara kendaraan yang lewat mengerubungi jenazah Hendro hingga menyebabkan kemacetan di jalan tersebut. Warga kemudian melaporkan kejadian itu ke polisi. Kepada petugas Unit Olah TKP Poltabes dan Polsek Semarang Tengah, beberapa warga menuturkan, Minggu malam korban diketahui minum ginseng dan congyang sendirian. Senin pagi, dia terlihat duduk-duduk di warung kosong. Pukul 10.00, Yadi (30) penjual air keliling masih melihat Hendro segar-bugar. ''Dia malah sempat melambaikan tangan ke saya. Waktu saya lewat lagi jam 14.00, dia juga masih duduk di warung itu, tapi kelihatan tidak sehat, seperti mau roboh,'' ujarnya. Bibi korban, Ny Aryanto (40) mengatakan, keponakannya memang suka minum. Itu dilakukannya setiap hari seusai pulang kerja. ''Kalau dapat uang, selalu habis dipakai untuk membeli minuman keras.'' Korban lain, Medi, meninggal di kosnya Jalan Pekunden Tengah RT 8 RW 2 Minggu malam pukul 19.00. Sebelum meninggal, korban yang juga tukang parkir di Jalan MH Thamrin itu mengeluh masuk angin dan sempat dikeroki. Nyawanya tak tertolong setelah muntah darah. Ketua RT 7/RW 2 Kasmuin mengatakan, atas permintaan keluarga, kedua korban langsung dimakamkan. Menurut Kasmuin, kedua korban yang belum menikah itu memang sering terlihat minum. (her-71) | |||||