logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 9 Juli 2002 Semarang & Sekitarnya  
Line

Kemarau, Pasokan Air Baku Turun

IPA Kudu Hanya Produksi 50 L/Detik

SEMARANG- Musim kemarau di Jateng dan sekitarnya berdampak cukup banyak bagi produksi IPA PDAM Kudu. Instalasi terbesar di Jateng itu hanya mampu memproduksi air bersih 50 l/detik. Padahal, semula dirancang berkapasitas 1.250 l/detik.

IPA yang dibiayai dengan utang ke Bank Dunia itu selama ini tak pernah berproduksi sesuai dengan kapasitas terpasang. Saat musim hujan rata-rata hanya menghasilkan air 400 l/detik.

Direktur PDAM Drs Pandu Susilo MM menyatakan penurunan produksi air bersih di IPA Kudu akibat beberapa hal. ''Bayangkan saja, berapa persen penurunan dari kapasitas 1.250 l/detik menjadi hanya 50 l/detik,'' kata dia di sela-sela ''Pelatihan Pelayanan Pelanggan yang Bermutu'' di Kantor PDAM Jalan Kelud, Senin (8/7).

Dia mengemukakan penurunan produksi akibat jumlah air baku menurun. Sebab, suplai dari Bendung Klambu juga menurun. Selain itu volume air di Waduk Kedungombo berkurang.

Selain suplai air baku kurang, kata dia, kerusakan saluran Klambu-Kudu di beberapa bagian menghambat aliran air. Akibatnya, air yang sampai di Kudu jauh dari yang dikirim dari Klambu.

''Kami pernah memperbanyak suplai air baku. Tetapi yang tiba di IPA Kudu juga sedikit.''

Produksi menurun, kata dia, berakibat pada suplai air ke pelanggan di sejumlah wilayah. Antara lain Genuk, Kaligawe, dan Tlogosari. Air di sejumlah wilayah itu harus digilir dua-tiga hari sekali. ''Padahal wilayah itu biasanya lancar.''

Kondisi sumur dalam, kata dia, tidak ada masalah. Masalah lain justru ada pada sumber air dari Sungai Kaligarang. Sebab, saat ini kotoran di air itu lebih banyak. Akibatnya, waktu pembuatan air bersih agak lebih lama karena harus memilah sampah berkali-kali. (wan-73g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA