
| Selasa, 9 Juli 2002 | Semarang & Sekitarnya |
Melarikan Diri, Seorang Perampas Ditembak Polisi
SALATIGA - Polisi menembak kaki kanan seorang perampas mobil Kijang dari Bandung. Hendrik Permadi (25), penduduk RT 2 RW 4 Cipadak, Bandung, itu terpaksa ditembak sebab melarikan diri saat diminta menunjukkan suatu tempat di perkebunan kopi Asinan, Bawen, Kabupaten Semarang. ''Dia dikeler karena tahu cici Bagio yang kami perkirakan masih bersembunyi di Asinan,'' kata Kasatserse Iptu Jamaluddin Farti, Senin (8/7). Setelah menyisir kebun kopi Asinan, polisi dan warga masyarakat tak menemukan tersangka Bagio. Jamaluddin menugasi sejumlah anggotanya, dipimpin Aipda Sugeng Warsito, meluncur ke Surabaya dan Madiun. Menurut pengakuan Hendrik, Bagio alias Irwansah mempunyai rumah di kedua kota di Jawa Timur itu. ''Hingga sekarang saya belum mendapat laporan dari anggota yang pergi ke Surabaya. Tersangka Hendrik juga dikeler ke Surabaya,'' kata Jamaluddin. Sementara itu sebelas anggota polisi lalu lintas Polres Salatiga dan dua taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang diusulkan ke pemimpin Polda Jateng agar mendapat penghargaan. Mereka berhasil menangkap lima dari enam perampas mobil dari Bandung di jalan raya kebun kopi Asinan Bawen, Kabupaten Semarang, Sabtu (6/7) lalu. Kesebelas polisi adalah Kasatlantas AKP Eddy Purwanto dan Kaurbinopsnya Iptu Sutedja, Kanit URC Bripka Sudarto, Kanit Laka Bripka Sugino, Kanit Penegakan dan Pengaturan Bripka Witono, Briptu Amari, Briptu Wardoyo, Briptu Susanto, Briptu Imam Marsudi, Briptu Roni Wisnu, dan Brigadir Anwari. Semua anggota URC. Adapun dua taruna Akpol yang magang adalah Sermatar Alith Alarino dan Sermatar Dhovan Oktavianton. ''Kebetulan dua taruna Akpol yang magang di Satlantas kami ajak melakukan operasi. Keduanya punya andil menangkap penjahat tersebut,'' kata Eddy Purwanto. Sebagaimana diberitakan Minggu dan Senin, sejumlah anggota polisi lalu lintas Polres Salatiga Sabtu pagi menangkap lima dari enam perampas mobil Kijang dari Bandung. Itu terjadi saat mereka melakukan operasi rutin di jalan raya perkebunan Asinan Bawen. Eddy menuturkan Briptu Amari, Bripka Akhrom, dan Bripka Edi Asikin akan mendapat penghargaan tersendiri dari Kasatlantas Salatiga. Penghargaan diserahkan dalam apel pagi, Selasa ini. Bripka Amari mendapat penghargaan karena dialah yang kali pertama mengetahui korban Maryadi disandera para penjahat dalam mobil Suzuki Futura. Bripka Edi Asikin berhasil mengungkap kasus dugaan pemalsuan surat-surat mobil mewah merek KIA AA-7000-XL. Keabsahan surat mobil yang dikemudikan Limbang Priyadi SH (40) warga Jalan Bukit Palem, Semarang itu, diragukan. Adapun Bripka Akrom menjadi juara I lomba keamanan dan ketertiban masyarakat tingkat Polda Jateng. (A2-71g) |