logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 9 Juli 2002 Semarang & Sekitarnya  
Line

Uang Gedung Minimal Rp 125.000

GROBOGAN- Penarikan uang gedung di sekolah swasta di Kabupaten Grobogan sepenuhnya diserahkan dari hasil kesepakatan orang tua murid dengan sekolah. Namun berdasarkan hasil pantauan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan daerah itu, penarikan uang gedung di sekolah umum bervariasi dan terendah Rp 125.000.

Penarikan di sekolah agama seperti madrasah aliah swasta (MAS) dan madrasah tsanawiyah swasta (MTs) kurang dari itu. YMT Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Grobogan Soedibyo SH MM membenarkan, penarikan uang gedung diserahkan sepenuhnya pada kesepakatan sekolah dengan orang tua murid. Sebab, swasta tidak mempunyai komite sebagai pengganti BP3 seperti halnya di sekolah negeri.

Dia mengemukakan, SLTP Kristen Purwodadi berencana menarik uang gedung minimal Rp 150.000 dan maksimal sesuai dengan kesepakatan antara orang tua murid dengan sekolah. Yang lain belum diketahui karena belum dipantau. Akan tetapi diperoleh informasi, SLTP Muhammadiyah berencana menarik uang gedung minimal Rp 125.000 - Rp 150.000 dan SMU Muhammadiyah Rp 300.000.

STM Pemnas Purwodadi belum memutuskan berapa besar uang gedung. Sebab, panitia penerimaan siswa baru (SPB) di sekolah itu masih sibuk mengurusi tes khusus.

SMU Kristen juga belum menetapkan besaran uang gedung. Calon wali murid yang ingin mengetahui hal itu dipersilakan datang ke sekolah.

SMU Pancasila berrencana, Senin ini mengedarkan selebaran mengenai besaran uang gedung, SPP, dan seragam sekolah pada masyarakat. Untuk kepentingan semua itu, rencananya sekolah tersebut menetapkan Rp 780.000. Dari jumlah itu, Rp 500.000 di antaranya untuk gedung dan lainnya untuk seragam sekolah, SPP, dan yang lain.

Soedibyo berharap, semua sekolah swasta baik SLTP, SMU maupun SMK segera melaporkan mengenai besaran uang gedung yang akan diberlakukan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Dengan itu dinas tidak kerepotan ketika ditanya Komisi E (Bidang Kesejahteraan) DPRD mengenai besaran uang gedung di sekolah swasta.

Selain itu, dinas mempunyai data yang dapat dipertanggungjawabkan untuk bahan rapat mengenai masalah tersebut dengan jajaran sekolah swasta. Berkaitan dengan jumlah peserta tes masuk SLTP negeri, tuturnya, sampai Sabtu lalu lulusan SD yang mengikuti tes tertulis Penerimaan Siswa Baru 2002 sekitar 12.050 orang.

Jumlah yang tidak mengikuti tes karena target penerimaan sekolah itu belum terpenuhi sekitar 4.401 orang. Pendaftar se-Kabupaten tercatat 16.451 orang.

Sementara itu, SLTPN 6 Purwodadi melaporkan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Grobogan akan membuka pendaftaran gelombang II. Sebab sampai penutupan Kamis lalu, sekolah tersebut belum mendapatkan siswa sesuai dengan target.(A23-73j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA