
| Selasa, 9 Juli 2002 | Semarang & Sekitarnya |
''Kenapa Aku Disakiti ....''
KENDAL-Melihat gunting, jarum suntik, dan perban di atas meja, ciut juga nyali Muhammad Thorieq Ali (4,5 tahun). Salah satu peserta sunatan massal yang diadakan tabloid anak Yunior-Suara Merdeka dan Forum Peduli Anak Sholeh (FPAS), Minggu (7/7), di Vila Siberi Banjarejo, Boja, Kendal, itu pun menolak dikhitan. Bocah itu menangis sekeras-kerasnya. Kedua orang tuanya tak tinggal diam. ''Lihat itu, Alam saja berani,'' kata ayahnya. ''Alam kan pemberani, Thorieq nggak pemberani saja,'' kata si anak, masih dengan tangisan tak tertahan. Karena Thorieq menolak disunat, peserta urutan berikutnya dipanggil. Tetapi orang tua Thorieq tak putus asa. Akhirnya bocah bertubuh subur itu mau berbaring. Begitu disuntik, tangisnya pecah kembali. ''Kenapa aku mesti disakiti...,'' katanya seraya meringis. ''Saya terlambat memberikan support kepada dia. Ketika dokter memanggilnya, dia seorang diri di depan bilik. Saya dan ibunya belum datang,'' kata Drs Agus Yulianto MSi, ayah bocah itu. Berbeda dari Thorieq, Alam Tonggak Amarta Pascagerhana (4,5 tahun) manut saja dibimbing bapak dan ibunya untuk dibaringkan dan disunat. Saat disuntik anastesi, Alam memang menangis. Tetapi setelah itu dia tersenyum. Tangisan anak-anak memang cukup mewarni awal pelaksanaan sunatan yang diikuti 35 anak dan ditangani tujuh dokter dari Fakultas Kedokteran Unissula serta beberapa tenaga paramedis itu. Seorang anak urung disunat karena didiagnosis menderita tifus. Sebagian besar peserta berusia 10-12 tahun. Tetapi ada juga dua peserta berusia 4 tahun dan seorang peserta baru berumur 2 tahun. Sementara anak-anak dikhitan, ratusan pengunjung tamu undangan dihibur oleh kuda lumping Turangga Mudha dari Sekolo, Banjarejo, Boja, dan barongan Singa Sari dari Pekunden, Weleri. Sebelumnya disajikan grup rebana modern Taliban dari SMU 1 Boja, pembacaan puisi dan tarian anak-anak TK Tjut Nya Dien Vila Siberi, serta tari balet oleh Mahnun Yulina Dewi, salah satu ''wartawan'' Yunior. Sajian berakhir sekitar pukul 17.00. Camat Boja Sugiharto BA dan Sekretaris Redaksi Harian Suara Merdeka/Penanggung Jawab Yunior H Thobari HR hadir dan memberikan sambutan. Malamnya diadakan pengajian umum. Kegiatan itu juga berkesan istimewa karena gedung dan Musala Al Hikmah, di-setting bak arena pesta suku Indian. Maklumlah, perupa Bowo Kajangan mengusung karya seninya ke arena itu.(cip-71g) | |||||