logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 9 Juli 2002 Semarang & Sekitarnya  
Line

''...Masak Tasya Jadi Mama''

TASYA MENGGEMASKAN:Penampilan artis cilik dan bintang iklan Tasya kemarin di Mal Ciputra begitu menggemaskan. Tidak hanya di kalangan anak-anak, orang tua dan remaja larut dalam Pesta Ceria.(Foto:Suara Merdeka/ia-71)

DALAM sinetron animasi, Tasya menjadi siapa? Serentak ratusan anak-anak yang duduk lesehan di atrium Mal Ciputra kemarin sore mengangkat jari tinggi-tinggi. Mereka berebutan menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh artis cilik dan bintang iklan, Tasya.

Yang bisa menjawab dengan tepat dalam acara ''Pesta Ceria, Jumpa dan Salam Bersama Tasya'' akan mendapat kenang-kenangan. Namun, tak satu pun yang bisa menjawabnya. Maka, Tasya yang mengenakan baju berwarna pink dipadu celana jins biru dan sepatu kulit hitam itu kelihatan geram.

''Judulnya saja Tasya, masa Tasya berperan menjadi mamanya Tasya,'' kata artis berlesung pipit itu dengan logat menggemaskan.

Jawaban itu tentu saja langsung mengundang tawa para pengunjung. Tidak hanya anak-anak, ibu-ibu, remaja, maupun bapak-bapak juga tersenyum. Lalu, mereka tak mau kalah untuk berebutan seperti anak-anak sebelumnya.

Rebutan untuk bisa memotret dari dekat. Terlebih saat beberapa anak-anak naik ke panggung untuk menerima kenang-kenangan yang diberikan artis berambut poni itu. Anak-anak tersebut adalah yang bisa menjawab pertanyaan dengan benar serta yang berprestasi.

Tidak Sendirian

Penampilan Tasya yang dikemas dalam panggung rendah itu tidak sendirian. Dia ditemani dua boneka hidup Bilo dan Lulu. Sebenarnya, ada tiga boneka yang turut menjadi pemain dalam sinetron animasi itu, yaitu ditambah Baron. Tapi, saat pentas Baron belum kelihatan.

Boneka apa yang paling digemari Tasya? Artis cilik bertambah menggemaskan dengan penampilan bando merah serta menggendong boneka-boneka kecil itu memilih Lulu. ''Ya lucu aja,'' ujarnya pendek dan cuek saat ditanya alasannya.

Ketiga boneka tersebut memang hadir dalam sinetron petualangan Tasya. Boneka-boneka itu digambarkan bisa bergerak dan berbicara seperti manusia. (Agus Toto Widyatmoko-71)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA