logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 9 Juli 2002 Semarang & Sekitarnya  
Line

Warnet Unnes Diprotes

SEMARANG - Setahun berdiri warung internet (warnet) Multimedia di lingkungan Unnes terus mengembangkan diri. Tak heran bila pengelola warnet membidik mahasiswa baru sebagai calon anggota. Namun karena dirasakan berbau pemaksaan, langkah mereka diprotes mahasiswa Unnes.

Berdasar surat keputusan Rektor Unnes bernomor 1851/J40/PP/2002, setiap mahasiswa baru Unnes periode 2002/2003 diwajibkan membayar iuran jasa pelayanan internet Rp 25.000. Uang itu untuk pendaftaran anggota warnet Multimedia, pelatihan singkat, dan akses internet gratis beberapa jam.

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Unnes Tafsir Rohadi mengatakan, kebijakan itu merugikan mahasiswa. Dia menilai langkah itu sebagai pengomersialan kampus untuk keuntungan pihak tertentu. Karena itu dia meminta kebijakan rektorat itu ditinjau kembali.

Keluhan serupa diungkapkan Nana, seorang dari 2.000 mahasiswa baru jalur SPMB yang telah membayar iuran pelayanan internet saat daftar ulang beberapa hari lalu.

''Saya harus mengikuti pelatihan lagi. Padahal, saya sudah bisa menggunakan internet,'' kata dia.

Ketua Departemen Advokasi dan Kesejahteraan BEM Unnes, Eddy Riyanto, juga menyatakan kebijakan itu berbau pemaksaan.

Rabu (3/7) lalu BEM Unnes serta lembaga mahasiswa tingkat jurusan dan fakultas menyampaikan surat terbuka ke Rektor Unnes Drs H AT Soegito SH MM. Namun belum ada jawaban resmi. Saat ditemui di kampus, Rektor tak ada di tempat. (sug-73g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA