
| Selasa, 9 Juli 2002 | Jawa Tengah - Pantura |
Pilkada Molor Bisa Timbulkan PerpecahanBREBES - Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikmah Benda Sirampog KH Labib Sodiq menegaskan, proses pilkada Brebes yang hingga kini tak ada penyelesaian bisa meninbulkan perpecahan umat. ''Masih mending jika hanya perpecahan antara umat manusia. Biasanya akan berbuntut pada saling memfitnah,'' kata KH Labib Sodiq pada seminar sehari tentang pilkada di Hotel Dedi Jaya, kemarin. Dalam seminar bertajuk ''Tinjauan Hukum dan Politik Pilkada Brebes'' kiai muda itu berharap segera ada penyelesaian oleh DPRD Brebes, sehingga tidak akan menimbulkan perpecahan umat. Dia khawatir, pro-kontra pilkada yang molor itu akan menimbulkan dampak kurang baik. Untuk menghindari perpecahan antarkelompok berkenaan dengan pilkada, KH Labib berpendapat, masalah itu harus segera diselesaikan, entah itu disahkan atau diulang. ''Namun, yang harus diingat dalam pilkada kemarin, banyak catatan mengenai pelanggaran tata tertib sehingga pilkada cacat. Karena itu, harus dicari jalan keluar yang terbaik,'' katanya. Menjaga Amanah Dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Brebes masa jabatan 2002-2007, secara tegas KH Labib mengatakan, tugas Dewan mengangkat seorang pemimpin atau imam dengan arif dan bijaksana sehingga mendatangkan kemaslahatan umat. Lebih lanjut dikatakan, mati atau mundurnya seorang pemimpim bisa dilihat dari ada atau tidaknya kepedulian terhadap kepentingan masyarakat. Dia berpesan kepada semua anggota Dewan sebagaimana disabdakan Nabi Muhammad SAW agar selalu menjaga amanah yang diberikan oleh rakyat. ''Yang terjadi sekarang dalam pilkada ini, amanat dari rakyat diabaikan oleh para wakilnya sehingga pilkada Brebes makin ruwet,'' tegasnya. Keinginan masyarakat dalam pilkada hanya satu, agar Dewan memilih bupati dan wakil bupati yang baik. Sebagai wakil rakyat, anggota Dewan harus sadar, jabatan yang disandangnya adalah amanat dari masyarakat. ''Masyarakat bisa saja langsung membubarkan Dewan bila mereka dirasuki oleh kezaliman dan kecerobohan dalam mengemban kepercayaan,'' tuturnya. Dalam seminar yang diselenggarakan LSM Pemuda Mandiri sebetulnya akan hadir Andi Malarangeng, Prof Dr Muladi SH, Prof Eko Budiharjo, dan tokoh-tokoh penting dari pusat. Namun sayang, mereka tidak hadir dalam acara tersebut. (wh-20e) |