logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 9 Juli 2002 Jawa Tengah - Pantura  
Line

Kekeringan Mulai Terasa

Delapan Desa Minta Didrop Air Bersih

ANTREAN JERIGEN: Antrean jerigen milik warga mewarnai situasi kekeringan di beberapa desa di Kecamatan Pulosari. Hal itu sudah merupakan kejadian rutin setiap tahun. (Foto: Suara Merdeka/sf)

PEMALANG - Kekeringan akibat musim kemarau beberapa minggu ini mulai terasa di Kabupaten Pemalang. Terutama di wilayah selatan meliputi Kecamatan Pulosari dan Belik. Bahkan sebanyak delapan desa minta didroping air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

''Sementara ini warga yang mengalami kekeringan baru minta bantuan air bersih. Sedangkan hasil pertanian maupun perkebunan belum ada laporan yang gagal panen akibat kekeringan,'' kata Kepala Kantor Kesbanglinmas Riswantoro BA kemarin.

Delapan desa yang minta didroping air bersih itu berada di Kecamatan Pulosari. Yakni Desa Siremeng, Batursari, Cikendung, Gunungsari, Clekatakan, dan Pulosari. Sebanyak enam desa itu sudah mulai terasa kesulitan air bersih pada pertengahan Juni lalu.

Pada akhir Juni menyusul Desa Pagenteran dan Penakir mengalami hal yang sama. Kini sebanyak delapan desa itu rutin dikirimi air bersih dari kendaraan tangki. Total air bersih yang dibutuhkan mereka setiap hari 1.500 liter.

Berdasarkan pantauan Kantor Kesbanglinmas di lapangan, kekeringan itu mulai terasa setelah beberapa bulan terakhir ini hujan tidak turun. Padahal penduduk di delapan desa itu untuk kebutuhan sehari-hari seperti memasak dan mandi mengandalkan dari bak penampung air hujan.

Kini setelah bak penadah hujan kering penduduk tidak punya sumber lain untuk mendapatkan air bersih. Terpaksa mereka minta bantuan kepada Pemkab.

Mobil Tangki

Menurut Riswantoro, di wilayah selatan sebenarnya masih ada sumber dari mata air Sikopyah yang masih mengalir. Namun kini debitnya berkurang karena kemarau.

Selain itu belum ada pipa jaringan distribusi mata air Sikopyah ke delapan desa itu. Sehingga penduduk kesulitan memanfaatkannya. Apalagi letaknya yang cukup jauh sekitar 20 kilometer. Maka harus dilakukan dengan bantuan mobil tangki dari Kabupaten sebanyak dua unit dan PDAM 1 unit.

Selain Pulosari di Kecamatan Belik juga ada beberapa dukuh yang kesulitan air bersih. Antara lain di Dukuh Nangka dan Dukuh Krajan, Desa Beluk. Warga di desa itu untuk mendapatkan air bersih kini dibantu pula dengan mobil tangki.

Gejala kekeringan di Pemalang itu merupakan kejadian rutin tiap tahun. Diperkirakan akan berlangsung hingga Oktober. Terutama di wilayah selatan. Sebab berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Semarang, curah hujan di wilayah selatan beberapa bulan ke depan tidak normal. Sedangkan di daerah bawah masih normal.

Menurut laporan Camat Pulosari Didik Supriyadi Sip, jumlah warga yang membutuhkan air bersih cukup banyak. Di desa Siremeng tercatat 492 jiwa, Batursari (2.787), Cikendung (4.944), Gunungsari (7.123), Clekatakan (5.684), Pulosari (7.128), Pagenteran (1.751) dan Penakir (4.804).

Droping air sudah dilakukan sejak 28 juni. Menurut Jadwal droping akan dilakukan sampai 5 Juli 2002. Apabila kondisinya belum berubah dan masyarakat masih membutuhkan maka jadwal droping akan diperpanjang. (sf-20)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA