logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 9 Juli 2002 Jawa Tengah - Banyumas  
Line

Penumpang KA Purwojaya Terkena Peluru Nyasar

PURWOKERTO - Penumpang KA Purwojaya jurusan Jakarta-Cilacap bernama Daruswan (22), ditembak orang tak di kenal di atas KA tersebut. Penembakan terhadap korban terjadi di atas KA antara stasiun Linggapura-Bumiayu, Brebes terjadi Senin, pukul 13.26 kemarin.

Humas Perumka Daop V Purwokerto, Supriyadi menjelaskan Daruswan ditembak ketika sedang berdiri di pintu dekat sambungan antargerbong. Dia terkena tembakan tepat pada jidat antara dua alis matanya. Luka yang diderita korban cukup parah, peluru itu bersarang di kepalanya.

Korban Daruswan, warga Dukuh Kedungbanteng Lor, Desa Sumingkir RT 1 RW 1, Jeruklegi Cilacap, mengaku terkejut mendapat tembakan yang menimbulkan suara cukup keras. Benturan antara peluru dan kepalanya berlangsung cepat bersamaan dengan terdengarnya suara letusan. Dia tidak tahu siapa yang menembakkan peluru kecil itu. ''Tembakan berasal dari semak-semak,''jelasnya.

Mendapat tembakan seperti itu, korban langsung memberi tahu petugas KA, dan petugas dalam KA memberikan pertolongan, yaitu membalut luka korban dengan peralatan seadanya. Dari atas KA masinis memberi tahu stasiun Purwokerto agar menyiapkan petugas untuk menjemputnya.

Peluru Diambil

Setelah turun, Daruswan langsung dibawa ke RS Ananda, tidak jauh dari stasiun untuk mendapatkan perawatan. Dokter dan perawat segera melakukan operasi ringan terhadap korban, mengambil peluru yang bersarang di kepalanya. Peluru yang berhasil dikeluarkan berukuran kecil, yaitu ukuran 4,5 peluru senapan angin. Barang bukti masih diamankan petugas stasiun.

Menurut Supriyadi, setelah peluru diambil, Daruswan segera diantar pulang ke rumahnya di Sumingkir dengan kendaraan Perumka. Petugas stasiun juga turut mengantarkannya.''Dia kan membeli tiket sampai di Cilacap, jadi kami berkewajiban mengantarkannya,''ujarnya.

Dengan terjadinya penembakan tersebut, petugas Perumka sedang melakukan pengusutan di jalur KA Linggapura-Bumiayu untuk mendapatkan pelakunya.''Kami akan bertanya pada warga di sekitar rel,''jelasnya.

Pada musim liburan sekolah, menurut Supriyadi, di jalur itu banyak sekali anak-anak yang bermain mencari burung dan tupai (bajing). (in-47)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA