logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 9 Juli 2002 Jawa Tengah - Banyumas  
Line

Awal 2002 Pemkab Cilacap Defisit Rp 1,4 Miliar

CILACAP- Kebijakan penyusunan anggaran selama periode tahun 1997/1998 sampai 2002 banyak dipengaruhi terjadinya krisis. Perhatian Pemkab Cilacap lebih banyak diarahkan pada upaya pemenuhan tuntutan masyarakat.

Antara lain, peningkatan kualitas dan kuantitas jasa pelayanan publik berupa transportasi, pendidikan, kesehatan, perekonomian, dan usaha penanggulangan kemiskinan. Untuk itu, penyusunan dan pelaksanaan APBD selalu dilakukan secara efesien, efektif, dan dengan penajaman skala prioritas.

Hal itu dikatakan Bupati Cilacap, H Herry Tabri Karta SH saat menyampaikan pertanggungjawaban akhir masa jabatannya dalam Rapat Paripurna DPRD, Senin kemarin.

Rapat yang dipimpin Ketua DPRD, H Fran Lukman, diikuti seluruh anggota Dewan. Ikut hadir Dan Lanal Kolonel Laut Sugistimin, Wakapolres Kompol Nellyda Rumapea, Sekda Ir Adi Saroso MM, Ketua Bappeda Drs H Budi SG Handoko, Kepala DPUK Drs Soeprihono SH MM, dan sejumlah pejabat penting lainnya.

Defisit Anggaran

Menurut Bupati, rencana anggaran belanja rutin selama lima tahun sekitar Rp 995,350 miliar. Namun realisasinya sebesar Rp 736,366 miliar atau 73,9 persen. Sedangkan anggaran untuk belanja pembangunan yang direncanakan sebesar Rp 296,379 miliar, realisasinya Rp 240,559 miliar.

Dari realisasi belanja rutin maupun belanja pembangunan tersebut, khusus untuk TA 2002 realisasi belanja rutin sampai Triwulan I (Maret) baru mencapai Rp 73,451 miliar, sedang realisasi belanja pembangunan Rp 9,003 miliar.

Jumlah keseluruhan belanja rutin dan belanja pembangunan selama lima tahun mencapai Rp 1,291 triliun. Sedangkan pendapatan yang diperoleh sebesar Rp 1,290 triliun. Akibatnya, pada awal TA 2002 terjadi defisit anggaran sebesar Rp 1,409 miliar.

Mengenai Pendapatan Asli Daerah (PAD), lanjut Tabri, mulai tahun 1997/1998 sampai 2002 terjadi peningkatan. Pada TA 1997/1998 PAD yang diterima masih sekitar Rp 9,566 miliar. Pada TA 1999/2000 naik menjadi Rp 26,179 miliar. Sedangkan pada TA 2000, PAD turun menjadi Rp 19,278 miliar. Namun di TA 2001 meningkat lagi menjadi Rp 32,112 miliar. (ag-47)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA