
| Selasa, 9 Juli 2002 | Jawa Tengah - Banyumas |
Korban Bus Kumbayana Kehilangan Uang
PURWOKERTO - Sebagian korban kecelakaan Bus Kumbayana yang dirawat di Rumah Sakit Islam (RSI) Purwokerto sudah diperbolehkan pulang. Menurut Kasubag Umum dan Informasi, semula ada 8 orang korban yang dirawat di ruang Al Afiah. Namun satu orang bernama Suratman (29) warga Adipala, Pasar Manis, Cilacap dibawa ke Solo oleh keluarganya. Sehingga korban yang masih rawat inap tinggal 7 orang. Ketujuh korban adalah Sulastri (23) warga Gereja RT 2/1, Karangrena, Maos, Cilacap, Ny Sumarni (25), Jalan Tentara Pelajar 39, Kwarasan, Kebumen, Sono (30) Banjarejo RT 3/1, Kwarasan, Kebumen, Rusyan (31) Pulogebang, Bambug, RT 02/VI, Jatikrawang, Achmad Ariyanto (30) Kedungwuluh Lor RT 6/3, Patikraja, Banyumas, Ny Kusiyah (26) Tlaga Wetan RT 8/IV, Kertasari, Purbalingga dan Ny Wahyusari (34) Jatisari 2/6, Desa Krawang. Seperti diberitakan (SM 8/7) Bus Kumbayana Nopol E-7747-H terguling ke jurang di Desa Desa Kranggan, Kecamatan Pekuncen, Banyumas, mengakibatkan dua korban tewas. ''Kondisi korban rata-rata sudah berangsur membaik. Bahkan empat orang yaitu Ny Wahyusari, Rusyan, Ny Kusriyah dan Achmad Ariyanto sudah diminta pulang keluarganya. Kami menyerahkan hal tersebut kepada pihak keluarga,''katanya. Kehilangan Uang Korban Bambang Supriadi (37) Balaraja, Tangerang mengatakan, saat kecelakaan terjadi ia sedang tidur. ''Kalau tidak tidur mungkin saya bisa berpegangan sehingga kepala saya tidak bocor,'' katanya. Menurutnya, saat itu situasinya kacau, sehingga ia tidak sempat berpikir menyelamatkan tas dan uang yang dibawanya. Akibatnya uang Rp 8,6 juta yang dibawanya hilang entah kemana. Karena saat kecelakaan terjadi, semua barang dikeluarkan dari bus, namun kami tidak sempat mengawasi. Korban lain, Muh Hasyim Efendi (31) warga Cakung Jakarta Timur, mengatakan Bus Kumbayana sebenarnya bukan jurusan Polugadung Purwokerto. Tetapi jurusan Jakarta Kuningan Cirebon yang diperbantukan menjadi jurusan Jakarta - Purwokerto. Menurutnya, ia juga kehilangan KTP, ATM, uang Rp 200 ribu. Semua barang yang hilang tersebut atas nama isterinya. ''Saat itu, massa yang menolong banyak sekali, sehingga kami kesulitan untuk mengawasi barang-barang milik kami,'' ujarnya. Menurut Hasyim, penumpang Bus Kumbayana melebihi batas yang ditentukan. Saat di Tegal, menurunkan beberapa penumpang. Begitu pula di Bumiayu menurunkan dua penumpang. Selain melanggar jumlah penumpang, kondektur juga menarik uang melebihi tarif yang telah ditentukan. Sekali jalan kondektur menarik Rp 30 ribu, padahal tarifnya sebenarnya Rp 22.500. Menanggapi hilangnya barang-barang penumpang tersebut,Kasatlantas Polres Banyumas, AKP Tetra Darmariawan, mengatakan pihaknya kesulitan mengurus masalah tersebut. Sebab penumpang yang kehilangan barang belum melapor ke Polsek Pekuncen. ''Kalau ada bukti-bukti kehilangan, nanti akan diusut. Hanya saja memang agak sulit, sebab yang menolong adalah massa,'' jelasnya. Para penumpang menyesalkan pemilik bus yang belum memberi kepastian dalam pengurusan asuransi kecelakaan. Padahal dana tersebut untuk mengobati korban yang masih menjalani rawat inap.(ash-47) | |||||