logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 9 Juli 2002 Jawa Tengah - Pantura  
Line

Pro-Kontra Lokalisasi Sabung Ayam

BATANG - Usul agar sabung ayam dilokalisasi mendapat tanggapan berbeda. Ada yang beranggapan adu ayam adalah perjudian. Ada pula yang mendukung usul Ketua DPRD Batang HM Azies, yang meminta eksekutif menyediakan tempat untuk sabung ayam. Subardi ST, anggota DPRD dari PAN, menolak usulan Ketua DPRD. Dia menyatakan sabung ayam jelas perjudian. ''Coba buka KUHP Pasal 303,'' kata dia.

Sabung ayam sangat mungkin menjurus ke perjudian. Karena itu sangat naif jika dikatakan menyabung ayam tak berdosa.

''Bagaimana mungkin tak berdosa? Ayam kan binatang yang bernyawa. Jika ayam diadu sama saja menyiksa. Lihat saja ayam yang diadu pasti mengeluarkan darah. Bahkan ada sampai mati,'' ujar alumnus Fakultas Teknik UMS itu.

Karena itu dia sangat tak setuju sabung ayam dilokalisasi dengan dalih meningkatkan PAD. Dia mempertanyakan pemikiran sempit politikus yang merestui lokalisasi sabung ayam.

Larangan itu tak hanya diatur dalam UU. Agama pun melarang. ''Kita tak usah pusing memikirkan peningkatan PAD dengan cara yang dilarang UU atau agama. Kalau kita mau bisa mengolah potensi sumber daya alam dan menggerakkan potensi ekonomi dengan membangun distrik sentral bisnis.''

Subardi mengemukakan selama ini eksekutif kurang inovatif dan kreatif mengolah sumber daya alam. Juga tak menerapkan manajemen jemput bola. Selama ini eksekutif cenderung menunggu lemparan bola. Padahal, sektor kelautan dan pariwisata merupakan primadona yang menjanjikan. ''Pelabuhan Batang kan mutiara terpendam. Kapan kita olah sebagai primadona PAD dan sektor perekonomian yang lain dengan membuka badan usaha daerah?'' ujar anggota Komisi D itu.

Pilihan Tepat

Jack Burhanudin, Koordinator LSM Aku Ini Demokrat Sejati (AIDS), mendukung gagasan Ketua DPRD. Melokalisasi arena sabung ayam merupakan pilihan tepat.

''Kita tak usah munafik. Di mana-mana sekarang menjamur arena adu ayam. Karena itu di Batang dibuat tempat khusus bagi penggemar ayam jago. Dengan pertimbangan, daripada di tempat terbuka.''

Sabung ayam semula dilihat dari sisi seni. Selanjutnya dijadikan taruhan sehingga menjadi perjudian. ''Namun kalau mau jujur, judi kapan saja bisa. Permainan uang logam thik pol kan juga bisa jadi judi.''

Lebih-lebih berkait dengan PAD, kata Burhan, langkah itu sangat tepat. Karena, jika pemerintah menyediakan lokasi sabung ayam tentu membuka simpul-simpul ekonomi. (ar-20g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA