
| Selasa, 9 Juli 2002 | Jawa Tengah - Muria |
Kapolres Dihadiahi Jago
BLORA - Sekitar 27 warga Desa Gotputuk, Kecamatan Ngawen kemarin mendapat sambutan hormat dari jajaran Polres Blora. Kapolres AKBP Drs Djoko Purbo Susanto dengan seluruh pejabat terasnya, termasuk semua kapolsek yang kebetulan tengah rapat, datang pada acara di aula Mapolres setempat. Seorang di antara puluhan warga yang hadir membawa seekor ayam jago bangkok. ''Untuk apa ayam jago itu dibawa?'' tanya seorang polisi. Akankah puluhan warga Gotputuk yang beberapa hari lalu nyaris demo menyusul penangguhan penahanan empat tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Basiran, warga Gotputuk? Ternyata tidak. Justru sebaliknya, kedatangan warga dalam rangka menyampaikan terima kasih kepada jajaran Polres yang telah serius menangani kasus penganiayaan di Desa Semawur, Kecamatan Gawen pada akhir Mei lalu. Soal seekor ayam jago yang mereka bawa, itu memang sengaja akan diberikan kepada Kapolres sebagai wujud ucapan terima kasih. ''Ya, ini wujud terima kasih kami kepada jajaran polisi Blora. Mengapa ayam jago? Menurut anggapan kami, ayam jago itu lambang keperkasaan,'' jelas salah seorang warga Sudarno ketika ditemui Suara Merdeka. Ditangkap Lagi Sebagai bukti polisi serius menangai kasus tersebut, empat tersangka, yakni Maliki, Ali Ibnu, Caoirul Anwar, dan Muhtarom, semua warga Desa Semawur, Kecamatan Ngawen, yang dipertanyakan puluhan warga karena ditangguhkan penahanannya, saat ini ditangkap lagi. ''Kami benar-benar berterima kasih. Ini semua bentuk kepercayaan warga kepada polisi. Empat tersangka yang kini tertangkap kembali akan segera diproses dan kami limpahkan ke kejaksaan,'' tandas Kapolres Djoko ketika memberi sambutan. Sebagai perwakilan warga yang kemarin datang ke Polres, ketika diberi kesempatan menyampaikan aspirasi, Sudarno hanya mengemukakan sepatah dua patah kata. ''Kami mengucapkan selamat HUT Ke-56 Bhayangkara. Kami hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada polisi yang berhasil menangkap empat tersangka penganiaya Basiran,'' ucapnya. Atas ucapan tersebut, Kapolres Djoko menyatakan cukup bangga, karena baru kali pertama mendapat ucapan selamat ulang tahun dari warga. Seusai itu, ayam jago yang dipersiapkan dari rumah diserahkan oleh salah satu warga kepada Kapolres dan selanjutnya diserahkan kepada Kasatserse AKP Djoko Cahyono. Lalu, Kapolres Djoko Purbo menyalami warga satu per satu. Penganiayaan yang menewaskan Basiran tersebut terjadi pada akhir Mei lalu. Saat itu korban bersama sejumlah rekannya bermaksud melihat pentas campursari di Desa Trembulrejo, Kecamatan Ngawen. Dalam perjalanan, mereka dicegat oleh para tersangka dan dianiaya. Waktu itu korban dirawat di rumah sakit, tapi akhirnya meninggal. Dalam pengaiayaan tersebut, seorang teman korban, Solikin, menderita luka-luka. (ud-58e) | |||||