
| Selasa, 9 Juli 2002 | Jawa Tengah - Muria |
Musim Kering Untungkan Petani Garam RembangREMBANG -Kekeringan di Rembang ternyata menguntungkan petani garam. Beberapa petani garam di Kaliori mengatakan, musim kering merupakan saat paling menguntungkan buat petani garam. Alasannya, karena mereka punya kesempatan untuk mencari penghasilan sebanyak-banyaknya. ''Kalau musim hujan, semua petani garam justru nganggur,'' kata Sumijan yang mengaku punya 4 petak tambak garam. Ia menerangkan, tahun ini cuaca di daerahnya tergolong normal. Alasannya, karena pada bulan Mei sebagian besar petani sudah bisa menggarap lahannya, sehingga Juni merupakan awal panen garam. Beberapa petani garam lainnya juga membenarkan keterangan Sumijan. Mereka menambahkan, kalau tidak ada perubahan cuaca, musim panen akan berlanjut sampai Oktober. Tetapi puncak musim panen akan terjadi pada Agustus-September. Para petani itu mengungkapkan, untuk bisa memproduksi garam sebanyak-banyaknya masih terbentur bahan baku. Diakui, secara nyata bahan baku tersedia cukup banyak, karena bentuknya cuma air laut. Hanya saja yang menjadi masalah, sekarang ini sebagian besar sungai mengalami kedangkalan. Semua itu akibat tingginya pengendapan lumpur. Padahal, sungai tersebut berfungsi untuk mengalirkan air laut ke lahan tambak garam. Tetapi dengan kondisi sungai yang dangkal itu menjadikan aliran air kurang lancar. Karena itu, mereka berharap adanya bantuan pemerintah. Caranya sangat bervariasi, bisa berupa pemberian bantuan kepada petani garam atau melaksanakan proyek pengerukan sungai. Yang penting bisa untuk menyejahterakan petani. PLT Kasubdin Pengembangan Perindustrian Dinas Perdagangan dan Perindustrian Suyono membenarkan, banyaknya sungai yang mengalami kedangkalan. Kondisi seperti itu, menurutnya, bisa memengaruhi produksi garam di daerahnya. Lalu, apa solusinya? Suyono mengemukakan, bila petani garam masih mengandalkan sungai, khususnya untuk pengambilan bahan baku dari laut, satu-satunya jalan harus dilakukan pengerukan. Untuk itu perlu adanya kekompakan petani guna melakukan kerja bakti. Bila petani tak mau kerja berat, sebaiknya bisa melengkapi sarana yang dibutuhkan. Misalnya membeli mesin pompa air, sehingga dapat digunakan untuk mengambil air laut. Suyono menyebutkan, lahan tambak garam ada 1.097 ha yang tersebar di wilayah Kecamatan Kaliori, Rembang, Lasem, Sluke, Kragan, dan Sarang. (jl-58) |