logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 9 Juli 2002 Jawa Tengah - Pantura  
Line

Bentrok Puluhan Pemuda Dua Kelurahan

  • Dipicu Perselisihan Sepele

TEGAL - Bentrok puluhan pemuda dua kelurahan di Kota Tegal, terjadi Sabtu malam lalu. Tujuh pemuda diamankan dan dua dirawat di rumah sakit. Namun, salah seorang pemuda yang menjadi korban penganiayaan dan puluhan tersangka kabur.

Kasus itu berawal kejadian pada Sabtu (6/7) lalu. Sekitar pukul 23.00, Dadang, Andu dan salah seorang rekannya, warga Kelurahan Pesurungan Kidul Kecamatan Tegal Barat mengantar pulang ke rumah tiga teman dekatnya (semua wanita) di Kelurahan Debong Kulon Kecamatan Tegal Selatan. Tiga wanita itu diketahui bernama Dian, Fera, dan Ani.

Saat mengantar pulang, tiga pasang muda mudi itu melewati jembatan Kelurahan Debong Lor Kecamatan Tegal Barat. Di tempat itu ada sekelompok pemuda yang sedang duduk-duduk di pagar jembatan dan diketahui sebagai kelompok Imam.

Dadang yang berada paling depan dengan basa-basi meminta izin untuk lewat dan dipersilakan. Sedangkan dua rekannya yang berada di belakangnya lewat begitu saja. Mungkin alasannya, karena Dadang sudah permisi atau minta izin lewat

kepada sekelompok pemuda itu.

''Lo yang di belakang kok diam saja, tidak minta permisi,'' kata Imam dkk. Ucapan itu rupanya menyinggung rekan Dadang dan sempat terjadi ketegangan. Namun, dapat dilerai dan ketiga pasang muda-mudi itu melanjutkan perjalanan.

Dibuntuti

Kendati ketegangan kecil di jembatan itu dapat diredakan, Imam dkk agaknya masih tidak terima. Sekitar tujuh pemuda itu kemudian membuntuti Dadang dkk yang akan mengantar pulang tiga wanita teman dekatnya.

Saat sampai di rumah tiga wanita itu di Kelurahan Debong Kulon, Imam dkk terlibat cekcok dengan Dadang dkk. Mereka mengatakan, sudah larut malam kok masih apel. Cekcok itu pun dapat diredakan.

Namun, saat Dadang melewati jembatan di Kelurahan Debong Lor, kepalanya kena timpukan batu, sehingga luka dan berdarah. Korban kembali ke Kelurahan Debong Kulon, dan kemudian pulang ke rumahnya di Kelurahan Pesurungan Kidul.

Dia lalu melaporkan peristiwa itu kepada Agung, kakaknya. Setelah mendapat laporan, Agung melakukan aksi balas dendam. Dia bersama sekitar 15 pemuda Pesurungan Kidul dengan membawa senjata tajam samurai, golok dan celurit mencari pemuda yang menganiaya adiknya di Kelurahan Debong Kulon.

Dua orang kakak beradik yang bekerja sebagai pengayuh becak, Chudori (40) dan Giyanto (38) warga RT 1 RW 3 kelurahan itu menjadi sasaran kemarahan para pemuda itu. Chudori kena bacok di pergelangan tangan kiri, sedangkan Giyanto kena babat samurai di pergelangan tangan kanan, kepala bagian belakang dan punggung sebelah kanan. Korban kemudian dirawat di RSUI Harapan Anda.

Menurut Kapolresta Tegal AKBP Drs H Condro Kirono MM didampingi Kapolsek Tegal Selatan AKP A Siringo Ringo, tujuh pemuda Imam dkk dari Kelurahan Debong Lor malam itu langsung diamankan. Mereka diserahkan ke Polsekta Tegal Barat, sebab tempat kejadiannya berada di wilayah itu.

Kapolsekta Tegal Barat AKP Usup Sumanang mengatakan, tujuh pemuda dari kelompok Imam yang melakukan penyerangan terhadap Dadang masih ditahan di ruang tahanan Mapolsekta Tegal Barat. Sedangkan Dadang yang menjadi korban penganiayaan hingga kini belum dapat diketahui keberadaannya. Demikian juga Agung, kakak korban, yang melakukan penyerangan terhadap pemuda Kelurahan Debong Kulon. (D12-20k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA