
| Sabtu, 6 Juli 2002 | Surat Pembaca |
Pilkades Banyurojo Saya warga Banyurojo Kabupaten Magelang gembira karena pilkades desa saya berjalan dengan baik, lancar dan demokratis. Saya salut kepada semua calon yang bersaing sehat dan menerima hasil pemilihan. Acungan jempol juga patut diberikan kepada Panitia karena menyeleksi mulai dari calon yang mendaftar secara objektif dan terhindar dari kecurangan. Pemilih yang hadir lebih 2/3 dari 7948 orang atau 5542 orang. Lewat Surat Pembaca ini saya sampaikan selamat kepada Bp Noor Cahyono BSc yang memperoleh suara terbanyak. Harapan saya semoga Kades terpilih dapat mengemban amanat menuju masyarakat Banyurojo yang makmur, berkeadilan dan demokratis. Gunawan Trin *** Pengalaman Beli Motor Beijing Tanggal 1 September tahun lalu saya membeli motor Beijing seharga Rp 7,7 juta di dealer CV Sarana Niaga Purwokerto. Baru sehari motor mogok, akibat kuil mati. Spare part langsung diganti karena masih garansi. Tiga bulan kemudian aki mati, tetapi dealer tidak mau mengganti, dengan alasan yang rusak bukan mesin. Saat itu saya kecewa. Kekecewaan berlanjut dengan rusaknya lampu sein kiri walaupun sudah diganti flatser. Belum lagi sistem kelistrikan yang lain yang tidak pernah beres. Saya masih lapang dada, karena mesin masih jalan. Tetapi sungguh diluar dugaan, tanggal 14 Maret motor baru itu turun mesin, padahal oli selalu memakai produk yang paling bagus dan mahal. Hal tersebut saya laporkan pada dealer, tetapi tidak ada tanggapan. Kepada pembaca saya mengimbau pilihlah produk yang sudah teruji. Saya kira cukup saya saja yang mengalami hal ini. Hati-hatilah dengan slogan "Jagonya Motor Cina" . Drs L Kiswoyo *** Surat untuk Kakanwil Depag Kami minta penjelasan mengenai biaya kuliah yang Bapak Kakanwil Depag janjikan untuk semester III dan IV yang sampai sekarang belum diterima. Padahal guru-guru Aliyah yang ditugaskan kuliah di Unnes, 95% berstatus honorer. Dalam melaksanakan tugas belajar, jam mengajar kami menjadi nol jam. Berarti selama kuliah tidak mendapat honor dari Aliyah. Padahal sudah empat/lima bulan kami belum menerima biaya dari Depag. Untuk yang jarak jauh, setiap berangkat kami mengeluarkan biaya sekitar Rp 70 ribu. Jadi sebulan Rp 280 ribu. Untuk mahasiswa jarak jauh Rp 1,4 juta. Bahkan ada di antara teman yang sejak semester III tidak aktif karena biaya. Dalam tugas belajar ada biaya skripsi Rp 500 ribu dengan rincian bimbingan skripsi Rp 350 ribu dan biaya cetak Rp 150 ribu. Kami mohon dicarikan cara agar biaya tersebut diganti. Saya usul bila Depag mengirimkan uang ke Aliyah, agar dipotong untuk guru yang ditugaskan belajar, masing-masing Rp 50 ribu. Nama dan Alamat *** Tanggapan dari KTA Bank ABN Amro Kami menanggapi surat dari Ibu SC Purnawati di Surat Pembaca 1 Juli, 2002, mengenai pelayanan dan proses permohonan Kredit Tanpa Agunan (KTA) - ABN Amro Bank. Kami sampaikan masalah tersebut telah diselesaikan dengan baik bersama Ibu Purnawati. Beliau telah memahami proses yang memang harus dilalui, antara lain mengirimkan data KTA ke kantor pusat Jakarta. Atas kehilangan dokumen yang terjadi, pihak kurir yang bertanggung jawab atas pengiriman dokumen tersebut telah mengirimkan surat permohonan maaf (terlampir). Tentunya kritik dan saran Ibu merupakan masukan berharga dalam upaya ABN Amro Bank untuk senantiasa meningkatkan kualitas pelayanan. Manajemen ABN Amro Bank *** Tak Ada Bantuan Air Bersih Pemkab Kami menyanggah berita Suara Merdeka 29 Juni lalu yang menyatakan akibat musim kemarau, empat desa di wilayah Kecamatan Gandrungmangu mendapat bantuan air bersih dari Pemkab Cilacap. Keempat desa itu Gintungreja, Cisumur, Sidaurip, dan Bulusari. Memang saat ini terjadi gejala kekurangan air bersih di sebagian desa-desa tersebut. Tetapi warga setempat masih bisa mengatasi dengan meminta air tetangga. Bahkan air masih berlimpah di seluruh primer irigasi yang melewati desa kami dan bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan warga. Pengamatan kami, ada kecenderungan wartawan di daerah menulis berita masih menggunakan paradigma lama. Mereka hanya berdasarkan keterangan pejabat secara sepihak (talking news), tanpa cek ke lapangan atau meminta konfirmasi kepada pihak terkait. Padahal berita yang berimbang saat ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kontrol sosial seiring dengan pelaksanaan otonomi daerah. Ratiman Sutardjo *** Umumkan Hasil Tes SLTP secara Terbuka Sebagai orang tua calon murid baru SLTP, banyak yang merasa deg-degan dan tidak tenang dengan cara penerimaan murid baru melalui tes seperti saat ini. Karena itu kami mengimbau kepada panitia dan pihak terkait, agar penerimaan murid baru nanti benar-benar transparan dan jujur. Kami mohon hasil tes seluruh pendaftar diumumkan secara terbuka. Sehingga pendaftar serta orang tua, tahu hasil tesnya dan bisa menerima apa adanya karena panitia bekerja jujur dan penuh tanggung jawab. Ny Tjoek Suparno *** Untuk Kiai Cholil Pak Kiai sanggup membatalkan kepergiannya ke Jakarta demi menyaksikan pertandingan Korea vs Jerman, (sungguh luar biasa) hobi Pak Kiai terhadap sepakbola. Saya juga sering diingatkan istri untuk mengerjakan salat Isya sementara pertandingan masih berlangsung. Setelah babak pertama selesai saya baru beranjak dari depan TV untuk salat. Satu pertanyaan lagi, apa Pak Kiai bisa menggeser Sidang MPR mengingat Pak Kiai adalah Wakil Ketua MPR apabila waktunya bertepatan dengan final sepakbola. Ini pernah terjadi saat Mohamad Ali di tahun 1970-an mampu menggeser sidang MPR (kalau nggak salah). Salut juga pada PLN untuk memacu listriknya tidak berkedip selama pertandingan berlangsung sekalipun sampai defisit berapa Kwh (Suara Merdeka 27 Juni). Tamang Riyadi |