
| Sabtu, 6 Juli 2002 | Berita Utama |
Polres Wonosobo DigerudukWONOSOBO - Ratusan warga Desa Kenjer, Kecamatan Kertek, Jumat petang kemarin ramai-ramai mendatangi Mapolres Wonosobo. Mereka berjalan kaki dari Polsek Kertek ke Polres sejauh delapan kilometer. Rombongan itu menyebabkan arus lalu lintas di jalan raya tersebut tersendat dan terjadi antrean panjang. Mereka mendatangi Polsek dan Polres dengan maksud agar polisi melepas Zubaedi alias Ayup yang ditangkap dan dimintai keterangan pihak berwajib. Mereka baru kembali ke rumah masing-masing menjelang isya, setelah tokoh pemuda memberikan penjelasan bahwa Zubaedi saat itu masih diperlukan untuk kepentingan pemeriksaan. Berdasarkan informasi, peristiwa itu bermula dari pertengkaran antara pengemudi angkot Yahman (Kertek) dan Rahmat asal Kenjer, Jumat pagi di Wonosobo. Selepas Salat Jumat, rumah orang tua Yahman di Kertek dirusak dan dibakar sekelompok pemuda. Perusakan itu diduga berkaitan dengan peristiwa sebelumnya. Akibat perusakan itu, rumah orang tua Yahman porak poranda. Penyisiran Perusakan itu menyebabkan polisi segera melakukan penyisiran. Saat itu Zubaedi yang diduga membawa senjata tajam ditangkap polisi yang kemudian memicu massa Desa Kenjer menggeruduk Polsek dan berlanjut ke Polres. Selama dilakukan negosiasi oleh perwakilan/tokoh masyarakat dengan pihak berwajib, warga desa itu dengan tertib duduk di halaman Mapolres dan sebagian lain bergerombol di pinggir Jalan Bhayangkara. Setelah memperoleh gambaran dan penjelasan dari perwakilannya, massa pun pulang secara tertib dengan menumpang sejumlah truk dan kendaraan bak terbuka. Hingga semalam Zubaedi masih secara intensif dimintai keterangan. Selain Zubaedi, polisi meminta keterangan dari Yahman dan Rahmat. Untuk menguak kasus perusakan rumah keluarga Kasri (orang tua Yahman), polisi masih terus mengumpulkan berbagai keterangan. (P55-31j) |