logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 6 Juli 2002 Berita Utama  
Line

AS Diguncang Teror Lagi

  • Penembakan di Bandara
EVAKUASI PENUMPANG: Seorang polisi mengawasi dari atap gedung, ribuan penumpang yang dievakuasi keluar dari Bandara Internasional Los Angeles. Evakuasi dilakukan setelah terjadi aksi penembakan di tempat penjualan tiket maskapai Israel El Al yang menewaskan tiga orang.(Foto:Suara Merdeka/rtr-55j)

WASHINGTON - Amerika Serikat diteror lagi. Kali ini bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan negara tersebut yang ke-226, yang jatuh pada 4 Juli.

Saat rakyat Amerika di kawasan pantai timur, tempat Kota New York dan Washington berada, bergembira menyaksikan pesta kembang api yang spektakuler, penduduk di kawasan pantai barat yaitu Kota Los Angeles, tercekam.

Seorang pria bersenjata melepaskan tembakan membabi-buta ke meja penjual tiket pesawat milik maskapai penerbangan Israel, El Al, di Bandara Internasional Los Angeles, kemarin. Dua orang ditembak mati dan paling tidak lima lainnya luka-luka.

Penembakan itu terjadi bersamaan dengan pengetatan penjagaan keamanan di seluruh Amerika, setelah pemerintah negara itu mengumumkan berbagai peringatan menyambut perayaan Hari Kemerdekaan yang pertama sejak peristiwa serangan 11 September lalu di New York dan Washington.

Menurut laporan awal, seorang pria berusia 41 tahun melepaskan tembakan ke arah petugas El Al di dalam terminal internasional bandara sekitar pukul 11.30 waktu setempat. Kemudian, pelaku berbalik dan mengarahkan senjatanya ke sejumlah orang yang sedang berdiri sebelum petugas keamanan bandara menembak mati pelakunya.

Para petugas mengatakan, belum diketahui motif penembakan tersebut. Televisi setempat melaporkan, polisi sedang mencari kemungkinan tersangka kedua.

El Al diketahui sebagai salah satu maskapai yang paling ketat tingkat penjagaan keamanannya.

Belum Ada Bukti

Para saksi mata mengatakan, mereka mendengar suara letusan senjata antara delapan hingga sepuluh kali. Sejumlah saksi mata mengira suara itu sebagai ledakan mercon. Namun, sejumlah saksi mata yang lain sempat tiarap.

Polisi cadangan, banyak di antaranya dilengkapi anjing pelacak, diterjunkan ke bandara Los Angeles, yang merupakan bandara tersibuk ketiga di dunia dengan perkiraan dilalui sekitar satu juta penumpang per hari.

Keamanan bandara di AS telah ditingkatkan setelah peristiwa 11 September lalu, khususnya di LA, karena bandara itu telah terdaftar sebagai sasaran pengeboman yang gagal oleh para ekstremis asal Aljazair tahun lalu.

Setelah penembakan, terminal internasional bandara itu segera dikosongkan, sehingga ribuan penumpang harus berdesak-desakan di sekitar pinggir jalan. Lalu lintas menuju bandara segera diblokir.

Gedung Putih belum memiliki bukti bahwa insiden itu sebagai serangan teroris. ''Masih terlalu dini mengatakan hal itu,'' kata juru bicara Gedung Putih Ari Fleischer.

FBI menyatakan tidak ada indikasi hubungan teroris dalam insiden penembakan siang hari itu. ''Saya tidak yakin, insiden ini ada hubungan dengan teroris,'' kata jubir FBI Matt McLaughlin kepada wartawan.

FBI, mengidentifikasi pelakunya sebagai Hesham Mohamed Hadayed (41), berasal dari Mesir dan menetap di AS sejak 1992. Namun, FBI tidak ingin buru-buru menyimpulkan insiden tersebut.

Sementara itu, Israel menyatakan yakin insiden itu merupakan ''serangan teroris'', menilik pelakunya warga Mesir. Menteri Transportasi Israel Ephraim Sneh mengatakan kepada Radio Israel, ''Kami mengatakan hal itu Kamis malam dan menegaskan lagi sekarang, kami menganggap insiden itu sebagai serangan teroris sampai ada bukti sebaliknya.''

Tetap Antusias

Namun meski ada insiden tersebut, hampir semua rakyat AS tetap antusias dalam merayakan pesta kemerdekaan bangsanya dengan mendatangi pusat-pusat pertunjukan seperti pesta kembang api yang dilakukan di New York dan Washington DC.

Di New York, jutaan orang menyaksikan pesta kembang api yang sangat meriah dan spektakuler di salah satu perairan di sudut kawasan Manhattan yang berlangsung sekitar satu jam.

Suasana meriah tanpa gangguan keamanan juga terlihat di ibu kota negara, Washington DC, tempat pesta kembang api juga diselenggarakan dan menarik perhatian jutaan orang yang datang dari berbagai wilayah AS.

Presiden Bush kemarin memulai liburan hari kemerdekaan dengan mengunjungi sebuah kota kecil di Amerika. Bush bercerita kepada warga kota tersebut, Kota Ripley di Virginia Barat, bahwa dia siap menggunakan militer AS untuk mempertahankan kebebasan.

Dia memerintah rakyat AS untuk tetap merayakan hari kemerdekaan lepas dari kekhawatiran akan adanya serangan lebih lanjut setelah aksi kamikaze 11 September. ''Peringatan kemerdekaan AS merupakan hari bagi kita untuk bersyukur dan bergembira,'' katanya kepada penduduk Ripley.

Saat melakukan kunjungan ke kota kecil tersebut, Pemerintah AS menggunakan semuannya, dari pesawat tempur sampai kamera pengintai, untuk melindungi negara adidaya tersebut.

Setelah insiden penembakan di bandara Los Angeles, pejabat setempat meningkatkan keamanan di counter El Al di bandara internasional John F Kennedy, New York.

Para pengatur penerbangan federal memperketat larangan terbang di atas wilayah New York dan di atas gedung state capitol di Albany, saat warga kota berpesta. Dalam sebuah peringatan yang ditujukan kepada para pilot, Dinas Penerbangan Federal melarang semua penerbangan di bawah ketinggian 3.000 meter di atas Manhattan.

Walau para pejabat AS mengatakan mereka tidak memiliki informasi spesifik dan kredibel berkaitan dengan rencana serangan pada perayaan kemerdekaan AS 4 Juli, banyak warga cemas menyusul aksi kamikaze September yang menewaskan 3.000 orang.

Setelah mengikuti perayaan kemerdekaan AS di Ripley, Bush kembali ke Washington, tempat massa dalam jumlah sangat besar berkumpul di National Mall di depan Gedung Capitol. (rtr-ms-niek-ant-46k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Budaya
Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA