
| Sabtu, 6 Juli 2002 | Semarang & Sekitarnya |
17.017 Peserta Ikuti Tes Masuk SLTPSEMARANG -17.017 lulusan SD/MI, Jumat (5/7) kemarin, secara serentak mengikuti tes penerimaan siswa baru (PSB) pada 37 SLTP negeri di Kota Semarang. Sedangkan 3 sekolah lain, yaitu SLTP 17, 33 dan 35 tidak menyelenggarakan tes PSB, karena jumlah pendaftarnya berada di bawah daya tampung. Secara keseluruhan, pelaksanaan tes berjalan lancar. Para calon siswa dengan serius melaksanakan soal-soal tes. Sebaliknya, yang terlihat tegang adalah para orang tua siswa. Di SLTP 3, misalnya, orang tua ada yang mengantarkan anak-anaknya di sekolah sekitar 06.30. Padahal, tes baru dilaksanakan 08.00. Uniknya, para orang tua, terutama ibu-ibu, masih memperlakukan putra-putrinya layaknya akan masuk TK atau play group. Ada beberapa ibu yang menyuapi anaknya di dalam mobil. Ada pula yang ''memaksa'' anaknya makan roti tawar isi telor. ''Ayo dimakan rotinya. Jika perutmu kosong, nanti tak bisa mengerjakan tes lo.'' Tak hanya itu, banyak para orang tua yang mengantarkan anak-anaknya sampai di depan pintu kelas. Padahal di sekolah itu, pelaksanaan tes dilaksanakan di lantai 2 dan 3. ''Bapak-bapak dan Ibu-ibu, turun ya. Biar putra-putri Anda tenang mengerjakan soal.'' Berkali-kali pihak sekolah mengimbau para orang tua melalui pengeras suara. Namun, imbauan itu kurang ampuh, sehingga beberapa guru terpaksa turun tangan dan meminta dengan hormat agar para orang tua mau menjauhi ruang tes. Lain lagi yang dilakukan pihak SLTP 2. Para orang tua tidak diperkenankan memasuki halaman sekolah, sehingga mereka hanya bisa melihat putra-putrinya dari balik pintu gerbang. ''Kami tidak ingin anak-anak terganggu konsentrasinya melihat kehadiran orang tuanya. Sebab, seluruh kebutuhan siswa sudah kami layani. Orang tua tidak perlu khawatir,'' tegas panitia PSB SLTP 2, Setyo Budi SPd. Hal sama juga diungkapkan Kepala SLTP 8, Drs Samad BE. Orang tua hanya diizinkan mengantar dan menjemput, karena ada kepastian waktu. Masuk ruang pukul 08.00 untuk mengikuti latihan mengerjakan lembar jawaban komputer (LJK), selama 30 menit. Kemudian, 08.30 siswa mulai mengerjakan soal dan keluar ruangan 10.30. ''Walau statusnya masih calon siswa, namun kami sudah mengajari disiplin,'' tegas Samad. Namun setiap sekolah memiliki kebijakan sendiri-sendiri. Di SLTP 2 dan 3 memberi kelonggaran para siswa untuk keluar kelas, sebelum pukul 10.30. Sekitar pukul 10.00, di kedua SLTP itu banyak ruangan tes yang sudah kosong. (D6-71) |