
| Sabtu, 6 Juli 2002 | Semarang & Sekitarnya |
Lima Rumah Ludes Dilalap Api
SEMARANG - Lima rumah di Jalan Kertanegara Selatan RT 8 RW 11, Kelurahan Pleburan, Jumat (5/7) dini hari pukul 03.00 ludes terbakar. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Paling tidak 8 keluarga yang menghuni kelima bangunan yang saling berdempetan itu terpaksa kehilangan tempat tinggal. Mereka kini menumpang di rumah sanak famili dan tetangga terdekat. Amukan jago merah dapat dilokalisasi setelah petugas pemadam kebakaran datang ke lokasi. Namun, beberapa warga menyesalkan kelambatan petugas yang datang ke lokasi satu jam setelah kebakaran. Penyebab kebakaran yang menimbulkan kerugian puluhan juta rupiah itu hingga kemarin dalam penyelidikan polisi. Dugaan sementara, api berasal dari kompor minyak tanah yang berada di dapur rumah Marsin (45) yang dikontrak Paidi (35), pedagang bubur ayam. Api dengan cepat menyebar setelah menyambar enam kompor lain yang berdekatan. Kompor-kompor itu baru saja dipakai beberapa pembantu Paidi untuk memasak bubur ayam. Paidi saat itu pulang ke rumahnya di Klaten. Namun, dugaan tersebut dibantah Arisman, salah seorang pembantu Paidi. Menurut dia, setelah digunakan memasak, semua kompor dimatikan. ''Tidak ada kompor yang menyala,'' katanya kepada polisi yang mendatangi lokasi kejadian. Menurut beberapa saksi mata, hanya dalam tempo setengah jam si jago merah telah meluluhlantakkan rumah milik Marsin, Rusmin (75), Maman (42), Eman (50), dan Darso (42). ''Kami sudah berusaha memadamkan dengan air dan pasir, namun api lebih cepat menyebar. Apalagi semua rumah itu terbuat dari papan yang mudah terbakar,'' ujar Waluyo (26), warga setempat. Maman mengatakan, sebelum kebakaran dia terbangun karena mendengar suara gemuruh. Ketika mengecek ke sumber suara, dia melihat kobaran api mulai merambat ke dinding rumah. Dia langsung berteriak minta tolong untuk membangunkan para penghuni. Beberapa kali terdengar bunyi ledakan yang berasal dari kompor dan perabotan elektronik yang terbakar. Puluhan orang yang tinggal di lima rumah itu langsung berhamburan keluar. ''Waktu itu kami benar-benar panik sehingga tak sempat menyelamatkan barang-barang,'' ujar Maman yang kehilangan sejumlah benda berharga dan surat penting, termasuk surat piutang dan dua sepeda. Kerugian cukup banyak dialami Paidi. Dia kehilangan dua motor, lemari es, becak, sepeda, televisi, handphone, dan tape. Korban lain yakni Rusmin, Eman, Darso, Enak (44), Ny Jani (30), dan Sadinem (52) juga harus merelakan harta mereka, termasuk uang puluhan juta rupiah. Kebakaran kemarin juga terjadi di Jalan Pekunden Selatan. Sekitar pukul 12.30 si jago merah melalap dapur di samping rumah milik Soegito (60). Tidak ada korban dalam peristiwa itu. Kebakaran itu memang membuat warga geger. Apalagi saat itu banyak yang sedang salat jumat. Untung di antara warga yang panik, masih ada yang sempat menghubungi Dinas Kebakaran. Setelah menerima laporan, dua unit mobil pemadam di Jalan Madukoro dan satu unit di Balai Kota Semarang langsung meluncur ke lokasi. Setelah tiba di lokasi, petugas pemadam dibantu warga segera berupaya melakukan pemadaman. Kurang dari 10 menit, api sudah bisa dijinakkan sehingga tidak sampai merambat ke bangunan lain. Soegito, pemilik rumah ketika dimintai penjelasan menyatakan tidak tahu persis awal kejadian. Namun dia menduga api berasal dari kompor yang kemudian menjilat dinding yang terbuat dari papan.(her,pur-76c) | |||||