logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 6 Juli 2002 Jawa Tengah - Pantura  
Line

SMK Pelayaran Bahari Kota Tegal

Alumninya Diserap Pelayaran Internasional

TRADISI WISUDA: Hj Kiswati Wardjo Rahardjo, salah seorang pengurus teras Yayasan Pendidikan Bahari, pengelola SMK Pelayaran Bahari, mengguyurkan air bunga setaman ke wisudawan Fitriyah (Nautika). Prosesi itu tradisi wisuda yang sudah berlangsung lama.(Foto:Suara Merdeka/D12j)

SERATUS sembilan puluh empat taruna dan taruni SMK Pelayaran Bahari Kota Tegal bersorak girang. Wajar saja. Jerih paya mereka selama rentang tiga tahun bergelut dengan pelajaran yang memeras tenaga dan pikiran akhirnya membuahkan hasil.

Kegirangan itu setelah mereka yang terdiri atas program keahlian Nautika Pelayaran Niaga (94 orang) dan Teknika Pelayaran Niaga (100 orang), Sabtu (29/6) selesai menjalani prosesi wisuda. Acara wisuda di Kampus Biru (sebutan gedung baru sekolah itu) Jalan Sangir.

Hal lain yang dicatat dari kegirangan mereka hari itu adalah kebanggaan menjadi alumnus sekolah tersebut. Karena alumnus sekolah itu memang banyak diincar perusahaan pelayaran domestik dan internasional. Tak heran begitu dinyatakan lulus dan diwisuda mereka langsung meloncat girang, sebab masa depan yang diidam-idamkdan seperti sudah di depan mata.

Memang menghitung SMK di Kota Tegal dan sekitar yang mengkhususkan bidang Pelayaran, rasa-rasanya masih dapat dihitung dengan jari. Bahkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Drs Machful saat memberikan sambutan dalam acara wisuda itu mengemukakan, sekolah kejuruan pelayaran yang alumnusnya banyak diserap perusahaan pelayaran domestik (dalam negeri) dan internasional ada di kotanya.

Di Kota Tegal, ujar dia, dari sejumlah SMK baru SMK Pelayaran Bahari yang mengkhususkan bidang Pelayaran. Sekolah kejuruan lain, banyak mengkhususkan diri pada bidang Teknik Mesin seperti mesin motor, mobil, atau teknik pada umumnya.

''Ini memang sekolah langka. Maksudnya yang mengkhususkan diri dalam program keahlian pelayaran masih sedikit jumlahnya.''

Siswa Pria

Ketua Yayasan Pendidikan Bahari H Wardjo Rahardjo didampingi Kepala Sekolah SMK Pelayaran Bahari Letkol Laut (Purn) Budiantoro mengemukakan, dengan bidang keahlian yang langka itulah membuat peluang pekerjaan yang diincar alumnus sekolah itu terbentang luas.

Sebagai catatan, bidang keahlian pelayaran yang dikembangkan di sekolah itu ada dua program. Yakni program keahlian Nautika Pelayaran Niaga dan Teknika Pelayaran Niaga.

Sejak berdiri pada 1994, sekolah yang awalnya membuka gedung di Jalan Kol Sudiarto kini sudah meluluskan 1.220 taruna dan taruni. Dengan perincian, dari Nautika terdiri atas 545 taruna dan 118 taruni dan dari Teknika 557 taruna. Jurusan tersebut memang banyak diincar kaum laki-laki.

''Berdasarkan catatan terakhir, empat puluh lima persen alumnus sekolahnya banyak diserap perusahaan pelayaran domestik dan internasional. Perusahaan pelayaran internasional yang banyak menyerap lulusan sekolahnya adalah dari Jepang, Korea, dan Amerika,'' tutur Letkol Laut (Purn) Budiantoro.

Dari jumlah wisudawan itu, 35% lain meneruskan sekolah setingkat akademi. Sisanya, 25%, tidak terpantau.

Setelah lulus sekolah ini, ujar Budiantoro, mereka umumnya memburu sertifikat Ahli Nautika Tingkat (ANT) IV dan Ahli Teknika Tingkat (ATT) IV di BPLP Semarang sebagai bekal bekerja di kapal niaga domestik atau internasional. ''Ketika mengikuti ujian ANT IV dan ATT IV, alumnus SMK Pelayaran Bahari banyak yang lulus. Itu jelas membanggakan.''(Riyono Toepra-20j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Budaya
Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA