
| Sabtu, 6 Juli 2002 | Jawa Tengah - Banyumas |
Kali Donan Tercemar Limbah Pertamina
CILACAP - Sekitar 40 tokoh nelayan dari Kelurahan Donan, Kecamatan Cilacap Tengah, mendatangi DPRD. Mereka mengadu soal pencemaran di Bengawan Donan akibat limbah cair berasal dari Pertamina Unit Pengolahan (UP) IV Cilacap. Para tokoh nelayan itu minta agar Dewan ikut membantu mencarikan jalan ke luar guna menangani pencemaran tersebut. Sebab, limbah yang mencemari Bengawan Donan diduga kuat berasal dari Pertamina. Padahal bengawan itu merupakan sumber mata pencaharian mereka. Namun di sisi lain, sebagai aset negara keberadaan Pertamina juga harus dipertahankan. Tokoh nelayan, Kamto (40) mengatakan, Bengawan Donan masih menjadi sumber mata pencaharian andalan bagi nelayan tradisional di Donan dan sekitarnya. "Tetapi semenjak tercemar limbah cair, ikan di bengawan itu banyak yang mati. Sehingga nelayan setempat tidak dapat menangkap ikan di sana," katanya kemarin. Dikatakan, kondisi Bengawan Donan semenjak tercemar limbah cair menjadi sangat memprihatinkan. Sebab, warna air di bengawan itu telah berubah menjadi hitam dan kotor. Akibatnya, ikan-ikan maupun kepiting yang ada menghilang entah ke mana. Ketua DPRD, H Fran Lukman mengatakan, pihaknya dapat memahami semua keluhan yang disampaikan para tokoh nelayan Donan. Namun pihaknya minta agar para nelayan mau menerima keberadaan Pertamina untuk kepentingan nasional. Pada kesempatan itu Fran Lukman berharap agar Pertamina segera mengambil langkah-langkah untuk menangani pencemaran itu. Bagaimanapun, bengawan itu harus dibersihkan. Bila perlu, Pertamina memperluas kolam yang selama ini digunakan sebagai tempat pembuangan limbah cair dari dalam kilang. Kolam Limbah Kemungkinan memperluas kolam limbah harus diprioritaskan. Karena kolam penampungan limbah yang dibangun Pertamina masih kurang luas. Sehingga sempitnya kolam itu diduga menjadi penyebab utama terjadinya pencemaran. "Saya minta pihak Pertamina mau memperhatikan masalah ini. Apalagi, warga Donan juga banyak yang mengeluh karena sumur mereka ikut tercemar. Sehingg air di sumur tersebut menjadi berwarna hitam," kata Fran. Kepala Hubungan Pertamina Masyarakat (Hupmas) UP IV, Drs M Husni Banser mengatakan, langkah penanggulangan limbah di Bengawan Donan sudah dilakukan sejak dulu. Penanggulangan di lapangan selalu melibatkan pakar lingkungan hidup. Upaya penanggulangan tadi telah membuahkan hasil. Karena tingkat pencemaran di Bengawan Donan berkurang. Bahkan sekarang sudah masuk ke dalam batas ambang yang telah ditentukan. "Namun, menanggapi keluhan nelayan, pihaknya akan melakukan langkah-langkah penanggulangan secara maksimal. Hal ini akan dilakukan bekerja sama dengan dinas instansi terkait dan lembaga perguruan tinggi," katanya. Menyangkut permintaan ganti rugi, lanjut Banser, pihaknya belum dapat memberikan jawaban. Sebab, permasalahan ini menjadi kewenangan Pertamina pusat. Di sisi lain, kondisi keuangan Pertamina juga tidak memungkinkan untuk memberikan ganti rugi. "Untuk membantu warga Donan di dalam memenuhi kebutuhan air bersih, Pertamina sudah menyumbang sarana pengadaan air bersih berupa pompa air," katanya.(ag-47,68) |