logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 1 Juli 2002 Tajuk Rencana  
Line

Diarak, PNS yang Terlibat Togel

- Bupati Tegal Drs Soediharto mempunyai gagasan sangat luar biasa untuk memberantas judi di kalangan pegawai negeri sipil (PNS) di jajarannya. Mula-mula akan dilakukan sweeping. Mereka yang tertangkap basah, atau diketahui main judi, akan ditangkap dan diserahkan kepada polisi untuk diproses secara hukum. Yang luar biasa, sebelum diserahkan kepada polisi, diangkut dengan mobil dengan tangan diborgol. Pada mobil pengangkut dipasang spanduk dengan tulisan ''Inilah Penjudi dari Kabupaten Tegal''. Bupati menyatakan sangat geram ketika mengetahui kemerebakan berbagai jenis judi di daerahnya. Misalnya, yang sangat populer, kuda lari dan toto gelap (togel). Keduanya beredar luas di segenap lapisan masyarakat. Termasuk di kalangan PNS.

- Sebelumnya dia mengimbau seluruh PNS di Kabupaten Tegal untuk menjaga martabat. Jangan ada seorang pun terlibat perjudian, baik sebagai pemain, pengedar, maupun perantara. Mereka diminta bantuannya untuk menghilangkan segala bentuk perjudian. Memberikan motivasi kepada seluruh anggota keluarga untuk tidak melibatkan diri dalam berbagai bentuk perjudian. Namun, kalau terbukti ada yang terlibat, dia menyatakan tidak akan segan-segan untuk bertindak. Karena judi adalah perbuatan meracuni keluarga. Pejabat itu menyatakan telah menginstruksikan kepala dinas dan seluruh pimpinan kantor di unit masing-masing untuk memantau karyawan dan keluarganya yang bermain judi. Langkah itu mendapat dukungan kalangan DPRD. Diharapkan yang ditangkap tak cuma pembeli atau pengecer, tetapi juga bandarnya.

- Kita bisa memahami kegeraman hati Bupati Soediharto. Berbagai jenis judi belakangan ini makin merebak di kalangan masyarakat. Terutama jenis togel. Penjual nomor mangkal di banyak sekali tempat. Mula-mula secara diam-diam dan tertutup. Namun sekarang sudah kian berani dan terbuka. Terutama pada malam hari. Tak peduli di tengah perkampungan dan tempat-tempat lain yang dipandang tepat agar dagangannya laris. Tidak hanya kalangan orang tua dan pemuda yang menjadi konsumen, tetapi ditengarai juga anak-anak yang masih dalam usia sekolah. Juga di kalangan pegawai negeri dan keluarganya. Baik di lingkungan pemerintah Kabupaten Tegal maupun instansi dan kantor pemerintah lainnya. Tidak hanya di dalam kota, tetapi juga di kampung-kampung dan pedesaan.

- Keadaan semacam itu hampir merata di seluruh provinsi ini. Ada bupati yang prihatin menyaksikan tak satu pun desa di wilayahnya yang tidak terambah togel. Hampir seluruh proses judi tersebut ditengarai melibatkan warga mereka sendiri. Dari perantara, pengedar, apalagi konsumennya yang merata melibatkan hampir seluruh lapisan masyarakat. Berbagai jenis judi tersebut terutama merebak belakangan ini saja. Yang mengherankan, tampaknya tidak ada satu pihak pun bisa memberantas. Tidak juga kalangan polisi. Bahkan, sangat memprihatinkan ketika terungkap ada aparat keamanan yang malah menjaga rumah seseorang yang ditengarai sebagai kaki tangan bandar judi. Seolah-olah menjadi bukti kecurigaan masyarakat tentang keterlibatan oknum-oknum aparat keamanan.

- Memang ada juga bandar atau pengedar togel yang sudah ditangkap polisi. Diajukan ke pengadilan dan dijatuhi hukuman penjara. Namun antara jumlah yang tertangkap dan yang masih bebas beroperasi perbandingannya njomplang. Jauh lebih banyak yang terus mengedarkan kupon-kupon nomor secara diam-diam deripada yang meringkuk dalam penjara. Ditengarai yang tertangkap cuma bandar kecil, kaki tangan atau malah kosumen belaka. Bandar yang paling besar, atau otaknya, terkesan nyaris tak pernah terjangkau tangan-tangan aparat keamanan. Barangkali faktor itu pula yang menambah kegeraman para pejabat, seperti yang dirasakan Bupati Tegal. Namun pada umumnya belum menemukan cara atau jalan untuk bertindak. Atau tindakannya tidak cukup ampuh untuk membendung barang haram itu.

- Mungkinkah langkah Bupati Tegal dijadikan contoh? PNS adalah abdi negara dan abdi masyarakat. Perilaku mereka selayaknya menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari di tengah rakyat. Syukur jika turut mencegah kemerebakan judi dan perilaku maksiat lainnya. Memang langkah berani itu tak menjamin judi bisa terberantas. Namun sebagai upaya bisa ditempuh setelah cara-cara lain tidak mempan. Termasuk hanya berharap kepada pihak kepolisian untuk bertindak, karena aparat itu yang mempunyai wewenang. Jika imbauan Bupati didukung oleh seluruh PNS dan seluruh petugas di pedesaan, mulai dari lurah, perangkat desa, para RW dan RT serta tokoh-tokoh masyarakat lainnya, rasanya bisa menjadi sebuah gerakan massal untuk melawan perbuatan melanggar undang-undang itu.


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Budaya
Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA