logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 1 Juli 2002 Sala  
Line

Solo Sekitar Rawan Kebakaran

TIM PENYELIDIK: Tim Puslabfor Polda Jateng yang dipimpin AKP Muhidin sedang menyelidiki kasus kebakaran di Jalan Gatot Subroto, belum lama ini. Tim bekerja keras untuk menyelidiki kebakaran di Solo dan Wonogiri.(Foto:Suara Merdeka/ht-15j)

SOLO- Kebakaran besar di Jalan Gatot Subroto, Batik Semar di Jalan RM Said Solo, dan Pasar Induk Kota Wonogiri belum lama ini, tampaknya masih mengundang polemik.

Salah satu persoalan yang masih diperbincangkan antara lain ketersediaan mobil pemadam kebakaran (PMK). Mobil-mobil PMK di Karesidenan Surakarta hanya 15 dan sebagian besar tidak dilengkapi tangga.

Kota Solo dan daerah lain yang semakin berkembang pesat dan telah memiliki banyak gedung bertingkat, rawan akan kebakaran dengan berbagai sebab. Jika kebakaran kembali terulang, mobil PMK akan kesulitan memadamkan api apalagi yang terbakar lantai atas gedung bertingkat.

Kenyataan demikian tampaknya sulit dibantah. Sebab, 15 mobil pemadam kebakaran yang ada tersebar di berbagai daerah. Tiga berada di Solo, 12 lainnya di Sukoharjo, Klaten, Boyolali, Sragen, Karanganyar, dan Wonogiri.

Kota Solo yang sebulan ini mengalami empat kali kebakaran yang menelan kerugian miliaran rupiah hanya memiliki tiga mobil pemadam. Ketiga unit itu pun tidak ada yang bertangga.

Kekhawatiran akan keterulangan kebakaran besar membuat Kapolwil Surakarta, Kombes Pol Drs Teuku Syafruddin Guliansyah cemas. Berulang-ulamh petinggi jajaran Polwil itu mengimbau pihak terkait agar serius memikirkan persoalan itu.

Tanpa Hydran

Selain keterbatasan mobil, hydran umum nyaris tidak ada. Hal itulah yang membuat mobil pemadam kesulitan sewaktu-waktu mengambil air di lokasi terdekat.

Dua kebakaran besar di Jalan Gatot Subroto yang menghancurkan satu gedung, tiga toko Mulia Eletronik, Total Solusi Formatika, Planet Factory Outlet dan Perkantoran, serta ruang pamer PT Batik Semar Jalan RM Said Solo menjadi contoh kekurangan mobil PMK untuk memadamkan api.

Wilayah Surakarta yang luas dan berkembang pusat perbelanjaan, gedung perkantoran, dan perhotelan bertingkat sudah sebandingkah dengan sarana mobil PMK? Perbandingan itu belum terhitung ratusan perusahaan di wilayah Surakarta.

Berdasarkan catatan Suara Merdeka, di Kota Solo saja terdapat 15 perusahaan besar. Sementara itu daerah lain seperti Sukoharjo ada 26 perusahaan, Klaten (17), Boyolali (21), Sragen (34). Wonogiri dan Karanganyar masing-masing memiliki 36 perusahaan baik industri maupun tekstil di pinggiran kota.

Penyelidikan tentang sebab-sebab kebakaran di Jalan Gatot Subroto, Jalan RM Said Solo, dan Pasar Induk Kota Wonogiri masih terus dilakukan Tim Puslabfor Polda Jateng yang dipimpin AKP Muhidin beserta anggotanya.

Berbagai barang bukti yang diduga kuat sebagai pemicu kebakaran masih diteliti. Tim yang khusus menanggani kebakaran tersebut masih bekerja keras untuk menanggani.

Kepolisian Surakarta yang juga menanggani kasus kebakaran hingga kini masih menunggu hasil laporan Tim Puslabfor Polda Jateng tentang sebab musabab kebakaran.(Sri Hartanto-51j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Budaya
Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA