
| Senin, 1 Juli 2002 | Sala |
Peserta SPMB MenurunSOLO- Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) 2002, Selasa dan Rabu besok akan diikuti 16.627 calon mahasiswa. Jumlah itu terdiri atas 8.284 pendaftar kelompok IPS, 5.336 (IPA), dan 3.007 (IPC). Ketua SPMB Panitia Lokal 44 Surakarta Drs Soekirno MPd menjelaskan, jumlah peserta itu mengalami penurunan bila dibanding jumlah peserta seleksi pada tahun lalu. ''Tahun ini peserta memang turun. Bila tahun kemarin sekitar 19.900 orang, tahun ini hanya 16.627 orang,'' ungkapnya, kemarin. Untuk pelaksanaan ujian, panitia menyiapkan 63 lokasi ujian. Dia mengemukakan, lokasi ujian disiapkan berdasarkan perkiraan peserta ujian tahun lalu sebagai antisipasi bila peserta ujian juga banyak.
Pada bagian lain dia mengungkapkan, nomor-nomor peserta ujian diacak sehingga saat pendaftaran antre di belakang seseorang belum tentu mereka akan ujian di lokasi yang sama. ''Pengacakan itu dilakukan demi keamanan pelaksanaan ujian. Jika nomor itu tidak diacak, nanti orang akan memilih ujian di lokasi ini saja.'' Kebijakan pengacakan dilakukan oleh panitia lokal masing-masing. Selain pengacakan, ada upaya lain yang dilakukan dalam rangka pengamanan ujian tersebut. ''Sejak dari awal, hal-hal terkecil pun kami perhatikan agar ujian berjalan aman.'' Pada bagian lain dia juga mengatakan, dari jumlah peserta itu empat orang peserta membutuhkan penanganan khusus yakni tiga peserta tunanetra dan seorang lagi peserta psikomotorik. Saat ditanya, adakah surat sakti saat penerimaan mahasiswa baru ini, dia menegaskan tidak mengenal hal semacam itu. Tetapi telepon, dia mengaku banyak. ''Tetapi ya hanya bertanya soal pembelian formulir saja, karena tugas panitia SPMB memang hanya melayani penjualan formulir, pendaftaran, dan pelaksanaan ujian. Soal diterima atau tidak, itu hasil dari Jakarta.'' Rektor UNS Prof Drs Haris Mudjiman ketika ditanya wartawan soal itu mengungkapkan, tak hanya tahun ini tetapi tahun-tahun kemarin juga mendapat surat serupa. Surat dari pejabat di Indonesia bagian timur yang ingin masuk UNS dengan alasan untuk meningkatkan SDM di sana. Namun dia menekankan, semua diperlakukan dengan adil dan tidak membeda-bedakan.(F11-51j) |