
| Senin, 1 Juli 2002 | Sala |
PKB Belum Instruksikan Bentuk Pansus KedungomboBOYOLALI- DPC PKB Kabupaten Boyolali secara formal belum menginstruksikan fraksinya di DPRD untuk membentuk Panitia Khusus (Pansus) Kedungombo. Namun kepada fraksi diminta memantau perkembangan dan selalu menampung aspirasi. ''Dengan mengikuti perkembangan, kami akan tahu apa sebenarnya yang dikehendaki warga Kedungombo,'' ungkap Ketua DPC PKB Boyolali Drs Djamal Yasid, kemarin. Setiap menerima aspirasi dari masyarakat termasuk warga Kedungombo, lanjut dia, akan dipelajari dan dicarikan jalan keluar. Begitu pula aspirasi warga yang menuntut pembentukan Pansus Kedungombo, sebelum diputuskan akan dipelajari dahulu. Dengan demikian, ada mekanisme atau prosedur dalam memutuskan aspirasi dari warga. Sejumlah warga Kedungombo di Kabupaten Sragen, Grobogan, dan Boyolali yang menamakan diri Serikat Warga Korban Kedungombo (SWKO) mendesak DPR membentuk pansus. Desakan itu juga ditujukan kepada DPRD Sragen, Grobogan, dan Boyolali. Untuk menyamakan persepsi hakikat desakan membentuk pansus, pertengahan Juni diadakan pertemuan antarelemen mahasiswa, Fraksi PKB DPRD Boyolali, dan SWKO di Desa Watugede, Kecamatan Kemusu, Boyolali. Djamal mengaku belum mengetahui hasil pertemuan di Desa Watugede. Bila diadakan pertemuan dan dihadiri fraksinya tentu dia sudah diketahui, bahkan dia meminta agar terus mengikuti perkembangan. Dia mengemukakan, apakah Pansus Kedungombo relevan atau tidak sejauh ini belum ada gambaran. Yang pasti perkembangan kasus tersebut terus dipantau. Secara periodik antara DPC dan fraksi PKB melakukan pertemuan untuk membahas berbagai permasalahan yang mengemuka termasuk kasus Kedungombo. Dalam menanggapi semua permasalahan, pihaknya menganut asas skala prioritas. ''Desakan pansus memang menjadi perhatian, tetapi sampai sejauh ini belum diputuskan. Kami juga menunggu respons dan reaksi dari fraksi lain,'' jelas Djamal.(shj-17j) |