logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 1 Juli 2002 Sala  
Line

''Mengapa Puing-puing Keburu Dibuldoser?''

WONOGIRI - Kalangan anggota DPRD Wonogiri menyerukan agar semua pihak menyikapi kasus kebakaran pasar induk dengan positive thinking. Jangan ada pihak mengembangkan isu negatif yang hanya meresahkan masyarakat.

Sekretaris Fraksi Amanat Keadilan Persatuan (FAKP) DPRD Subandi Pr SPd mempertanyakan mengapa puing-puing kebakaran buru-buru dibuldozer. ''Mengapa begitu keburu dibuldozer?'' tanyanya.

Berkaitan dengan tindakan itu, kemarin berkembang wacana baru tentang kemunculan isu yang mempertanyakan langkah itu. Jangan-jangan, hal itu upaya menghilangkan barang bukti.

Namun, anggapan tersebut dibantah Kapolres AKBP Drs Darwin Butar Butar. Sebab, tim Labfor Polda bersama penyidik Polres telah menyelesaikan penyelidikan di lokasi kebakaran. Pembersihan dilakukan setelah tim selesai melakukan penyelidikan. ''Tidak betul itu untuk menghilangkan barang bukti.''

Menanggapi isu tersebut, Ketua Komisi B Sugiarto menyatakan, hendaknya jangan ada pihak yang berpikiran negatif dengan menebarkan isu tak bertanggung jawab yang hanya meresahkan masyarakat, terutama para pedagang korban kebakaran.

Wakil Ketua Komisi C Muhamad Zainudin SSos menilai, akan sangat bijaksana kasus kebakaran pasar itu diserahkan sepenuhnya kepada polisi, sehingga dapat ditangani proporsional dan profesional.

Lapor Polisi

Pihak-pihak yang punya informasi tentang dugaan penyebab kebakaran hendaknya melaporkan ke polisi, sehingga dapat dilacak kebenarannya dan bisa dipertanggungjawabkan secara hukum.

''Bukan sengaja dikembangkan menjadi isu untuk memanaskan situasi,'' tandas anggota Dewan dari FPDI-P itu.

Kabag Humas Pemkab Sumarno SH MM mengemukakan, kini memang berkembang isu negatif seperti itu. Dia berharap semua pihak yang menemukan fakta melapor ke polisi. Sebab, katanya, Bupati H Begug Poernomosidi SH sejak awal telah menyikapi musibah kebakaran secara cepat.

''Pemkab tidak lambat melangkah, walau harus mengakomodasikan semua masukan masyarakat. Karena itu, jangan ada kesan menyudutkan Pemkab,'' katanya.

Bupati sejak awal juga telah melayangkan permohonan bantuan kepada Gubernur Rp 14,346 miliar. Bantuan itu untuk renovasi Rp 14,5 miliar dan sisanya untuk bantuan modal para pedagang. (P27-17e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Budaya
Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA