
| Senin, 1 Juli 2002 | Berita Utama |
Gol Ronaldo Antar "Penta Brasil"
YOKOHAMA- Brasil akhirnya keluar sebagai juara dunia lima kali (penta), ketika Ronaldo mengenyahkan mimpi buruk dalam final 1998 dan mencetak dua gol yang menentukan kemenangan 2-0 Brasil atas Jerman. Striker berambut kuncung itu, yang empat tahun silam terkena "sawan" sebelum akhirnya Brasil dikalahkan tuan rumah Prancis 0-3, menjebol gawang Jerman pada menit ke-67, setelah bola tendangan pertama Rivaldo muntah dari tangan kiper Oliver Kahn. Dia mencetak gol kedua dengan tendangan kaki kiri 12 menit kemudian. Dengan dua gol penentu kemenangan itu, berarti selama turnamen Ronaldo membukukan delapan gol dan tampil sebagai top scorer. Dia pun berhak memperoleh sepatu emas. Jumlah gol itu merupakan yang terbanyak dalam satu putaran final Piala Dunia sejak 1970, ketika Gerd Mueller (Jerman Barat) mencetak 10 gol. Selain itu, dengan tambahan tersebut Ronaldo menyamai rekor 12 gol yang dibuat Pele dalam putaran final. Pele mencetak 12 gol dalam final 1958, 1962, 1966 dan 1970, sedangkan Ronaldo pada 1998 dan 2002. Kedua gol yang lahir dari kaki Ronaldo juga menuntaskan perjumpaan pertama kedua negara yang punya tradisi kuat dalam sejarah sepakbola dunia. Kapten Brasil Cafu, pemain pertama yang ambil bagian dalam tiga Piala Dunia, maju untuk menerima trofi dari Pele dan Presiden FIFA Sepp Blatter. Di latar belakang tampak pancaran kembang api dari arah para pendukung tim "Samba". Pelatih Luiz Felipe Scolari juga tak bisa menahan rasa gembira dan kepuasan. Dia meluapkan kegembiraan dengan berlari-lari mengitari lapangan bersama pasukannya. Sesekali dia mengepalkan tangan dan mengangkatnya ke udara sebagai tanda kemenangan. Sebuah bendera Brasil berukuran raksasa terus dibawa keliling lapangan. Sementara tim juara bersukaria setelah wasit meniup panjang peluit tanda pertarungan berakhir, Kahn - yang tampak amat kecewa dan menyesal - tertunduk lesu di depan mistar gawang. Sesekali dia dihibur rekan timnya. Sejumlah Peluang Sebelum Ronaldo menciptakan gol, dalam pertarungan ketat itu kedua tim sama-sama melahirkan peluang.
Brasil berpeluang lewat Kleberson pada menit ke-45, sedangkan juara dunia tiga kali Jerman melalui Oliver Neuville empat menit menjelang turun minum. Kleberson melancarkan tembakan dari jarak 20 m. Tetapi bola yang dia lepas menghantam mistar. Adapun kiper Brasil, Marcos, melancarkan "penyelamatan khas Brasil" menghadapi tendangan bebas Neuville. Pada awal-awal pertandingan yang berjalan ketat, Jerman tampak sekali membuat lawan frustrasi. Tetapi tim Amerika Selatan itu masih mampu menciptakan beberapa peluang. Peluang terbaik terjadi pada akhir babak pertama. Ketika itu Ronaldo menendang dari jarak 10 m, tetapi dimentahkan Kahn - yang sejak babak penyisihan grup hingga semifinal cuma kemasukan satu gol - dengan kakinya. "Si Kuncung" semestinya bisa mencetak gol pada menit ke-19 ketika mendapat umpan dari Ronaldinho. Tetapi bekas pemain terbaik dunia itu menendang terlalu melebar dari mistar Kahn. Bernd Schneider juga melepaskan bola-bola silang berbahaya bagi Jerman, meski hanya satu tendangan oleh Jens Jeremies - yang menggantikan posisi Michael Ballack yang terkena sanksi - yang menonjol dari tim Voeller. Jerman Intens Jerman memimpin babak kedua dengan intens dan nyaris memimpin setelah pertandingan baru berjalan 2 menit, ketika Neuville melakukan tendangan sudut dan defender Brasil, Edmilson, mengeblok sundulan Jeremies saat bola mengarah ke gawang. Tak lama setelah itu Neuville melepas tendangan bebas berbahaya dari jarak 35 m. Tendangan itu memaksa kiper Marcos menepis dengan kekuatan penuh. Kahn menyelamatkan gawangnya dari tendangan Gilberto Silva. Tetapi beberapa menit kemudian Ronaldo menyarangkan bola setelah terjadi perebutan antara Rivaldo dan Dietmar Hamann. Kahn berusaha menangkap si kulit bundar, yang kemudian "muntah" dari pelukan dan dimanfaatkan dengan baik oleh Ronaldo. Pada menit ke-83 Oliver Bierhoff, yang turun sebagai pemain pengganti, nyaris membuahkan gol bagi Jerman. Dengan kemenangan kemarin, Brasil menjadi tim pertama sejak 1970 yang memenangi semua pertandingan putaran final. Pada 1970, tim yang memenangi semua pertandingan juga Brasil. Tim lain yang juga selalu menang adalah Uruguay (1930) dan Italia (1938). (Jos,rtr-57g) | |||||