
| Senin, 1 Juli 2002 | Semarang & Sekitarnya |
Beri Anak Kepercayaan
SEMARANG-Masalah anak atau remaja berawal dari keluarga. Karena itu, di dalam keluarga diperlukan jalinan komunikasi yang baik, terutama antara orang tua dan anak. Itu agar keluarga menjadi bahagia, harmonis, dan komunikatif. Hal tersebut terungkap dalam talk show bertema ''Maunya Orang Tua...? Maunya Anak...?'' di Java Supermall, Minggu (30/6). Acara itu diadakan oleh Media Mitra Keluarga dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional. Hadir sebagai bintang tamu Nurul Arifin-Mayong Suryolaksono. Pasangan yang dikaruniai dua anak, Maura (8) dan Melkior (5), itu dipilih panitia karena sama-sama sibuk tapi dinilai tetap bisa menciptakan keharmonisan. Nurul sibuk sebagai aktris sinetron dan aktivis kemanusiaan, sedangkan Mayong wartawan. Pembicara adalah Laila Sari Dewi (Putri Java Supermall 2001), Ny Widodo (pengurus PKK Jateng), serta Dra Hastaning Sakti (psikolog). Bagaimana cara Nurul-Mayong membangun keharmonisan? Kedisiplinan Nurul mengatakan, ''Ketika kami masih pacaran, Mayong tak pernah on time (tepat waktu-Red). Saat-saat apel, saya sudah siap sekitar pukul 19.00, tapi dia baru datang sekitar pukul 21.00.'' Karena itu, kata dia, membangun rumah tangga perlu mengutamakan kedisiplinan waktu. Dia sebagai ibu rumah tangga juga mengaku selalu memberikan kepercayaan kepada anak-anaknya. ''Pemberian kepercayaan ini cukup penting agar anak dapat berpikir kreatif dan tak merasa dibelenggu orang tuanya.'' Apalagi saat anak menginjak umur remaja, orang tua harus bersikap hati-hati membimbing dan mengarahkannya. ''Berilah kepercayaan kepada anak. Jika orang tua selalu curiga, anak justru makin berani, terkadang menantang.'' Sikap anak juga perlu diidentifikasi. Misalnya saat belajar di rumah, mereka kadang tak membutuhkan orang lain, sehingga orang tua harus membimbing secukupnya. Psikolog Hastaning Sakti berpendapat, anak dilahirkan di dunia dengan kiprah sendiri-sendiri. Hal itu mengingat setiap orang pada dasarnya memiliki masa depan dan kehidupan sendiri. ''Karena itu, peran orang tua dalam membimbing dan membentuk keluarga sangat diperlukan.'' (F2-13c) | |||||