
| Senin, 1 Juli 2002 | Semarang & Sekitarnya |
Ketika Istana Khayalan Itu Runtuh ...
SEBUAH istana pasir berdiri. Melengkapi bangunan itu, telah terbentuk atap, jendela, dan jalan setapak menuju istana khayalan. Vivi (5) lalu membuat menara, sebab dalam khayalan ia ingin melihat hamparan luas dari tempat tinggi. Kedua belah tangannya yang belepotan pasir putih meremas-remas pasir agar padat. Tapi, menara yang baru setengah jadi tiba-tiba runtuh. Diulang-ulang dan roboh lagi. ''Yah, pasirnya tidak mau lengket,'' gerutunya di dalam kotak berukuran 5 X 5 X 0,3 m yang berisi pasir putih. Namun dia gagal memenuhi mimpinya untuk memiliki menara guna melengkapi istana pasir megahnya. Vivi tidak sendirian. Puluhan anak-anak lain juga gagal membuat khalayan. Tidak menjadi persoalan. Sebab, kreasi anak-anak membuat istana pasir itu kemarin menambah meriah acara Sustagen Adventure di Grand Marina. Sebanyak 307 anak mengikuti keseluruhan kegiatan yang dikemas dalam Sustaground. Kegiatan tersebut kelanjutan dari Sustacamp yang digelar sehari sebelumnya. Yang lebih utama memang memberikan kebebasan anak-anak berkreasi sesuai dengan gagasannya. Kendati istana pasir itu sering roboh, keterampilan itu sudah terlahir. Adu Cepat Masih ada acara yang lebih heboh. Kali ini mereka tak lagi ''dikarantina'' seperti pada acara Sustacamp. Para orang tua bisa mendampingi putra-putrinya. Kemeriahan bukan lagi hanya milik anak-anak.
Orang tua juga terlihat gemas menyaksikan polah anak-anak mereka. Itu terlihat dalam kegiatan estafet air. Tiga buah tim, setiap tim beranggota tiga anak, bersiap-siap adu cepat memindahkan air dari tiga ember (bak) ke dalam pipa. Yang tercepat adalah yang mampu mengambil bola plastik dari dalam pipa. Begitu peluit dibunyikan, mereka serentak beraksi. Namun, ketika memindahkan air dari bak ke bak lain, sering tumpah. Air yang terangkat juga tidak terlalu banyak. Karena itu, orang tua penasaran dan membantu anak-anak memindahkan air itu. Tidak hanya memberikan teriakan dan aba-aba, mereka juga ''ikut'' bermain saking gemasnya. Agar air tidak tumpah, mereka membantu perjuangan anak-anak. Alhasil, pipa cepat penuh dan bola bisa terangkat dengan cepat. ''Kegiatan ini untuk orang tua atau anak-anak ya,'' tutur seorang pemandu kegiatan tersebut. Apa pun reaksinya, kegiatan itu mampu memberikan hiburan, melatih ketangkasan, menumbuhkan keberanian dan persahabatan dengan binatang, serta menambah kreasi anak-anak. Uji ketelitian juga masuk dalam kegiatan itu. ''Acara ini untuk melatih ketangkasan, menumbuhkan kreasi, dan melatih mental agar memiliki jiwa mandiri,'' tutur Ina Murwani, Associate Director Mead Johnson. Malam hari, anak-anak menginap di tenda-tenda yang berdiri di sekitar taman Grand Marina. Meskipun ada yang rewel, tidak jarang yang kebal dalam petulangan itu. Bahkan dalam kuisioner yang disebar panitia, pada umumnya mereka mengusulkan acara itu diperpanjang. Setidaknya, bisa dikemas dalam acara rutin untuk mengisi liburan. (at-71c) | |||||