logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 1 Juli 2002 Semarang & Sekitarnya  
Line

Kejahatan Aparat Sudah Melembaga

IS Susanto - SM/ dok

SEMARANG-Keterlibatan aparat penegak hukum dalam aksi kejahatan, terutama di Indonesia, bukan fenomena baru. Tindakan melenceng dari tugas aparat penegak hukum itu sudah berskala organisasi. Akibatnya, masyarakat menyebut beberapa institusi dengan istilah ''sarang penyamun'' ataupun ''mafia peradilan''.

Pendapat tersebut dikemukakan Ketua Program Doktor Undip Prof Dr IS Susanto SH di ruang kerjanya menjelang Hari Bhayangkara. Menurut pendapat Is Susanto, kejahatan yang melibatkan perangkat hukum itu tidak hanya menyangkut peredaran narkoba, tetapi juga kasus korupsi yang masih banyak mengendap.

Ia menyebutkan, aparat yang terlibat tidak lagi disebut oknum. Sebab, ada budaya setoran yang sudah melembaga. Budaya itu tidak mengalir dari atas ke bawah, tetapi dari bawah ke atas. Kekuasaan yang dimiliki justru dimanfaatkan untuk kepentingan-kepentingan kejahatan dan uang.

''Realitanya, kekuasaan sudah menjadi komoditas. Posisi strategis dimanfaatkan untuk menyelenggarakan kejahatan yang makin besar,'' kata Guru Besar Fakultas Hukum Undip itu.

Karena itu, pemberantasan terhadap aparat hukum yang terlibat kejahatan harus dimulai dari pucuk pimpinan. Ibaratnya, bola salju itu selalu menggelinding dari atas. Dia mengatakan, semasa Orde Baru kejahatan itu bisa ditutup dengan kekuasaan. Kalaupun muncul, aparat yang terlibat lantas disebut oknum.

Situasi tersebut terus berjalan pada era reformasi. Jalannya sudah makin terbuka dengan menarik setoran dari anak buah. Tak pelak lagi, kasus peredaran narkoba, misalnya, sulit diberantas. ''Diajukan ke pengadilan saja susah, apalagi dikenai hukuman.''

Ia mencontohkan kasus dugaan penyelundupan mobil mewah oleh mantan Kapolda Sulawesi Selatan. Kemudian perkara korupsi yang membawa Akbar Tanjung ke pengadilan.

Secara terpisah Ketua Pusat Studi Kepolisian Budhi Wisaksono SH MH mengungkapkan, aparat kepolisian yang terlibat sebagai pengguna dan pengedar narkoba sudah dipahami kalangan pelajar. Mereka yang bergaul dengan obat-obatan terlarang tersebut,tidak lagi takut ketika digelar operasi.

''Ini disebabkan mereka sama-sama sebagai pengguna narkoba,'' tuturnya.(at-71c)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Budaya
Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA