
| Senin, 1 Juli 2002 | Semarang & Sekitarnya |
Hutan Menyusut, 14 Juta Lebah DipindahUNGARAN- Sekitar 14 juta lebah milik peternak sejak dua bulan lalu terpaksa ''ditransmigrasikan'' ke Kecamatan Pare, Kediri, Jatim. Lebah tersebut sudah tidak mendapatkan pakan yang layak karena pohon randu dan karet di daerah itu ditebangi. Ketua Asosiasi Peternak Lebah Ir Ari Prabono, seusai panen madu kemarin menjelaskan, daerah tersebut dipilih karena masih banyak pohon besar, seperti randu dan karet yang belum ditebang. Di Ungaran dan Ambarawa sulit mendapatkan hutan untuk pengembaraan lebah. Dari tahun ke tahun, luas areal hutan di Bumi Serasi terus berkurang. Dalam perhitungan peternak lebah, penyusutan hutan mencapai 5%. Dia mengakui, beberapa waktu lalu dia bersama anggota asosiasi kesulitan membawa kotak lebah keluar Ungaran. Ketika melalui Jalan Tol Kaligawe, polisi sering menangkap truk yang membawa kotak lebah dengan mencari-cari kesalahan. Akibatnya, perjalanan terganggu. Asosiasi Peternak Lebah beberapa waktu lalu melayangkan protes ke Kapolda Jateng agar peternak lebah diberi dispensasi untuk membawa lebahnya keluar Ungaran. Ari meminta Polda membantu peternak dengan tidak mempermasalahkan izin perpindahan. Kini masalah tersebut dapat diatasi. Meski sebagian besar lebah telah dipindahkan ke tempat baru, penjualan tetap dilakukan di Ungaran dan Ambarawa. Para peternak tetap akan menjadikan Ambarawa sebagai penghasil madu. Saat ini peternak madu di Kabupaten Semarang sekitar 200 orang. Di antara mereka ada yang sudah mengikuti pendidikan perlebahan dan pengolahan madu di Australia. Seperti diberitakan sebelumnya, setiap tahun dapat dihasilan madu 200 ton. Sebagian besar dijual untuk konsusumsi dalam negeri, khususnya untuk perusahaan jamu di Solo dan Wonogiri.(C17-71c) |