
| Senin, 1 Juli 2002 | Semarang & Sekitarnya |
Banyak Pekerjaan Menunggu Penyelesaian TuntasIBARAT pepatah mati satu tumbuh seribu, begitulah aksi kejahatan yang terjadi di Semarang. Seolah-olah tidak bisa dihilangkan sampai tuntas. Sementara itu, polisi yang bertugas melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat dituntut bekerja lebih keras lagi paling tidak bisa meminimalkan tindak kriminal. Tidak mudah mewujudkan ketertiban dan keamanan di masyarakat. Hal itu diakui Kapolda Irjen Pol Drs MA Erwin MAP. "Bila polisi dalam bertugas masih jauh dari harapan masyarakat, kami mohon maaf," ungkap dia beberapa waktu lalu. Dia berpandangan, untuk menciptakan situasi aman tenteram perlu dibatasi sekecil mungkin gangguan kriminalitas yang meresahkan. Untuk itu, polisi butuh dukungan masyarakat. Tanpa peran serta masyarakat, polisi tidak ada artinya. Dengan bertambahnya waktu, tugas polisi semakin berat. Berbagai masalah dan kejadian di masyarakat muncul silih berganti. Bila tidak segera ditangani sampai tuntas tentu akan menjadi preseden buruk bagi polisi. Contohnya perampokan beruntun di Kota Semarang belakangan ini. Kasus tersebut belum semua ditangani sampai tuntas, sehingga membuat masyarakat resah. Mengapa itu bisa terjadi? Orang akan dengan mudah menyalahkan polisi, karena dianggap tidak bisa menciptakan perlindungan sebagaimana semestinya. Bahkan, ada yang khawatir oknum polisi terlibat di balik kejadian tersebut. "Pelaku kejahatan tahu kapan dan di mana polisi tidak ada. Jika oknum polisi tidak terlibat, bagaimana mungkin penjahat tahu lokasi yang sedang tidak dijaga?" papar seorang penelepon kepada Suara Merdeka. Sungguhpun itu ungkapan yang memerahkan telinga. Sekarang yang penting, bagaimana polisi menjawabnya secara nyata? Tak ada jalan lain kecuali mengungkap tuntas semua kasus yang terjadi. Itulah masalahnya. Di Semarang, dalam sepekan terakhir tercatat lima kejadian perampokan yang dilakukan penjahat berpistol dan bersenjata tajam. Yakni di Jalan Raung Candi Baru, Jalan Selo Mas Perumahan Tanah Mas, Jalan Raya Semarang-Boja dekat taman rekreasi Silaur Jalan Bukit Tembakau Bukit Sari dan di Jalan Beringin. Kasus Besar Belum satu pun di antara kasus tersebut yang terungkap. Belum lagi kasus besar yang terjadi sebelumnya, seperti perampokan BCA Cabang Pembantu LIK Bugangan Baru Genuk yang menewaskan Brigadir Guritno, anggota Polsek Genuk. Juga kasus pembunuhan di Jalan Singa serta beberapa kasus lain yang hingga kini belum ada titik terang. Masyarakat tidak akan melupakan berbagai peristiwa tersebut. Ada beberapa penyebab aksi pelaku kriminal cenderung semakin brutal, antara lain faktor ekonomi. Seseorang atau sekelompok orang nekat berbuat jahat lantaran mencari jalan pintas mendapatkan uang atau harta benda. Selain itu karena pelaku kejahatan bisa membaca situasi, saat polisi sedang sibuk menangani kasus yang menonjol dan menjadi perbincangan masyarakat. Sebab itu, dalam kaitannya dengan pelayanan kepada masyarakat lebih baik bila polisi lebih mengutamakan penanganan kasus yang mencemaskan dan membahayakan publik. Misalnya perampokan yang mengancam keselamatan jiwa korban. Hanya harus disadari, polisi pun menghadapi berbagai kendala. Misalnya keterbatasan personel, sarana, dan dana. Dengan demikian, polisi harus pintar-pintar memanfaatkan sumber dayanya secara efektif dan efisien. Hal itu penting untuk mengimbangi kian canggihnya modus operandi yang digunakan penjahat.(13j) |