logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 1 Juli 2002 Semarang & Sekitarnya  
Line

Perampok Sikat Patung Rp 100 Juta

  • Pura-pura Jadi Pengantar Paket

SEMARANG- Perampokan di Semarang, baik yang terjadi di Bukitsari maupun di tempat lain, belum juga terungkap. Kemarin polisi kembali disibukkan oleh aksi serupa oleh kawanan penjahat.

Enam perampok bersenjata api dan parang kemarin pukul 06.30 beraksi di rumah Sidarta (51), Jalan Taman Beringin 27 A, Semarang.

Kawanan itu diduga sebagai perampok yang khusus mengincar barang-barang antik. Sebab, yang diambil bukan uang tunai atau perhiasan, melainkan patung berbentuk manusia yang dibuat dari perunggu yang nilainya diperkirakan Rp 100 juta. Mereka kabur dengan menumpang Daihatsu Zebra dan sepeda motor Yamaha RX King.

Saat kejadian, Sidarta ditemani istrinya, Ny Ana (48) dan pembantunya, Rahayu (35). Anaknya, Fransiska (25), sedang tidur di kamar.

Rahayu menuturkan, para pelaku datang lewat pintu belakang ketika dia menyapu di bagian dalam rumah. Salah seorang mengetuk pintu dan mengatakan hendak mengantar paket.

Tanpa curiga, Rahayu membukakan pintu. Namun dia kaget karena tiba-tiba didatangi tiga orang yang mengenakan tutup muka.

Wanita itu langsung ditodong senjata api hingga tak berdaya. Pada saat bersamaan, dua pelaku lain menyusul masuk, sedangkan seorang menunggu di kendaraan.

Ny Ana yang muncul dari ruang tengah juga langsung ditodong. Mendengar suara ribut-ribut, Sidarta yang sedang berada di ruang depan bergegas menyusul ke ruang belakang. Dia terkejut karena beberapa orang tak dikenal masuk di rumahnya.

Melihat ada perampok masuk rumahnya, dia meminta istri dan pembantunya tidak berteriak karena khawatir penjahat akan bertindak brutal dan nekat. Saat itu seorang perampok juga menyuruh Ny Ana membangunkan Fransiska. Selanjutnya keempat korban diminta tak berteriak. Mereka ditodong pistol dan parang.

Penjahat yang diduga sudah mengetahui situasi rumah, membawa lari sebuah patung perunggu berbentuk manusia yang nilainya mencapai Rp 100 juta. Seorang tetangga korban sempat melihat mobil dan sepeda motor milik pelaku. Dia tidak curiga karena mengira mereka tamu.

Menurut saksi, pelat nomor kedua kendaraan tersebut dilipat sehingga nomor polisinya tidak terlihat. Petugas Unit Olah TKP Poltabes menemukan beberapa sidik jari pelaku. (her,D7-45c)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Budaya
Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA