
| Senin, 1 Juli 2002 | Internasional |
Korut Tuduh Korsel Sengaja Rancang InsidenSEOUL - Pyongyang kemarin menuduh Seoul sengaja merancang serangan mendadak pada AL Korut, sehingga memicu reaksi balasan yang bakal merusak citra Pyongyang. Sebelumnya, Presiden Korsel Kim Dea-jung berjanji memperkuat pertahanan, setelah pada Sabtu lalu Korut menenggelamkan sebuah kapal patroli Korsel yang menewaskan empat pelaut. Kantor berita resmi KCNA, mengutip juru bicara AL Korut, menyebutkan permintaan Korsel agar Korut mengajukan permintaan maaf sebagai ''sangat lancang''. ''Provokasi militer yang dibuat penguasa militer Korsel, bertujuan mengatur insiden mengejutkan pada saat Piala Dunia tengah berlangsung. Kemudian, mereka menimpakan kesalahan pada DPRK (sebutan resmi Korut),'' kata juru bicara itu. DPRK adalah kependekan dari Republik Rakyat Demokratis Korea. Baru kali inilah KCNA menyebut ajang sepakbola Piala Dunia selama sebulan ini, walau televisi Korut menayangkan cuplikan-cuplikannya. Korsel kemarin mengatakan, dua kapal patroli Korut melintas melewati perbatasan laut kedua negara, dan menembaki kapal-kapal patroli Korsel. Insiden itu menewaskan empat pelaut Korsel dan melukai 19 lainnya. Korut, yang tidak mengakui garis perbatasan laut tersebut, menuduh Korsel melakukan provokasi. Korut mengakui, ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun negara komunis itu menjelaskan, apakah korban jiwa yang dimaksudkannya itu mengacu pada kerugian di pihak Korsel. Yang Terburuk Seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Korsel melalui telepon mengatakan, seorang pelaut Korsel melaporkan korban di pihak Korut mencapai 30 orang. Namun, tidak jelas apakah mereka tewas atau terluka. Insiden tersebut tercatat yang terburuk dalam tiga tahun terakhir. Juga mengingatkan orang, bahwa semenanjung tersebut masih merupakan titik konflik potensial, setengah abad setelah perang Korea 1950-1953 berakhir dengan gencatan senjata, bukannya perjanjian damai. Amerika Serikat mengutuk insiden yang disebutnya sebagai ''provokasi bersenjata'' Korut itu. Seorang pejabat tinggi AS mengatakan, serangan tersebut dapat memicu ditundanya kunjungan penting AS ke Pyongyang. Ironisnya, usulan kunjugan tersebut diajukan Washington kurang dari 24 jam sebelum insiden tersebut terjadi. Komandan militer AS di Korsel, Jenderal Leon LaPorte, mengatakan dia telah memerintahkan dilakukannya pertemuan perbatasan tingkat jenderal (sesuatu yang jarang terjadi) dengan militer Korut, untuk membicarakan insiden Sabtu lalu itu. Seorang juru bicara militer AS mengatakan, pihak Utara telah menanggapi seruan tersebut, dan perincian kemungkinan dilakukannya pertemuan semacam itu tengah digodok. Kementerian Pertahanan Korsel mengatakan, Korsel telah meningkatkan pertahanan dan masih mencari seorang pelaut yang hilang. Mereka juga tengah bekerja keras untuk menyelamatkan kapal yang tertembak. Upacara pemakaman korban tewas akan dilakukan Senin ini. (rtr-ms-30) |