logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 1 Juli 2002 Jawa Tengah - Pantura  
Line

Tim Independen Sosialisasikan Tes Calon Kasek

SLAWI - Mulai hari ini, (Senin 1/7), Tim Independen Seleksi Kepala Sekolah Kabupaten Tegal, berkeliling ke sekolah-sekolah mengadakan sosialisasi. Materi yang disosialisasikan terutama hasil rumusan petunjuk teknis yang belum lama ini digodok oleh tim yang meliputi personel dari Pemkab, Dinas P dan K, dan DPRD. Salah satu materi yang disosialisasikan adalah cara memberi bobot nilai.

Sebagaimana pernah diberitakan, Bupati Drs Soediharto membatalkan hasil seleksi ujian kepala sekolah oleh Panitia Penyaringan Kepala Sekolah Dinas P dan K. Pembatalan itu menyusul unjuk rasa para guru peserta tes yang tidak lulus.

Mereka menggelar kemah keprihatinan di halaman Pemkab dan menuntut agar tes diulang. Bupati kemudian memenuhi tuntutan itu, lalu dibentuklah tim independen. Karena hasil seleksi digagalkan, peserta seleksi yang dinyatakan lulus pada ujian tahap I, tak bisa melanjutkan ke tes tahap berikutnya.

Ketua Tim Ir Muktar Afandi, kemarin, belum berhasil dihubungi. Namun, Wakil Ketua Drs Agus Angkat Rahardjo, Ketua Komisi E DPRD H Masykuri BA, dan Kepala Badan Pengawas Daerah (Bawasda) Drs Sriyanto HP MM membenarkan tim akan mengadakan sosialisasi, mulai Senin ini.

Parah

Masykuri dan Sriyanto membenarkan, hasil seleksi kepala SD di luar dugaan justru dinilai paling parah dibandingkan dengan SLTP dan SMU.

Karena itu, seleksi ulang diberlakukan bagi peserta kepala SD, SLTP, dan SMU. Tes diikuti oleh semua peserta, baik yang gagal maupun yang lulus.

Masykuri mengatakan, pada tahap tes awal, peserta ujian kepala sekolah ada yang lulus tapi tidak diikutkan ke tahapan tes berikutnya.

Sebaliknya, ada yang tidak lulus, tapi diikutkan ke tes tahap berikutnya. Diakui, semestinya, ujian kepala sekolah diadakan oleh Dinas P dan K Kecamatan.

Seleksi kali ini langsung ditangani panitia tingkat kabupaten, karena mereka enggan menerima risiko.

''Bayangkan, peserta tes dari Kecamatan Kramat tercatat 57 orang. Padahal, kepala sekolah yang dibutuhkan hanya satu,'' tambah Sriyanto.

Dia menyebutknan, pada awal Bawasda mengadakan klarifikasi, pihak LSM menyangsikan kemampuan instansinya. Namun, setelah mengetahui hasil pemeriksaan, pihak LSM tampak puas. Klarifikasi saat itu difokuskan pada masalah teknis tes.

Sementara itu, beberapa peserta tes mempertanyakan kenapa ada beberapa personel panitia lama tetap dilibatkan dalam tim independen. Sejumlah peserta juga akan bereaksi kalau ada keputusan yang dianggap merugikan. (aj-70e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Budaya
Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA