
| Senin, 1 Juli 2002 | Jawa Tengah - Pantura |
Ketua FAPU Terima PenghargaanBREBES- Ketua Fraksi Amanat Persatuan Umat (FAPU) DPRD Brebes H Muhajir M Ardian BSc menerima penghargaan ASEAN Economic Cooperation Golden Award 2002 dari Lembaga Prestasi Anak Bangsa yang bermarkas di Jalan Tambak Raya 8 Jakarta. Penghargaan berupa plakat diserahkan Executive Director Lembaga Prestasi Anak Bangsa Prof De A Mone di Hotel Kartika Chandra Jakarta bersama 50 penerima penghargaan dari seluruh Indonesia. ''Saya tak mengira akan mendapat penghargaan,'' ujar Muhajir yang pernah mendapat sebutan anggota Dewan tervokal versi Forum Komunikasi Wartawan Brebes (FKWB) pada 2001. Lelaki yang dibesarkan dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hingga menjadi pucuk pimpinan (Ketua DPC), selama ini memang dikenal akrab dengan insan pers. Dia mengemukakan, penghargaan itu juga berkat pernyataan-pernyataannya yang kerap dimuat di media massa. ''Peran wartawan bagi saya sangat penting sebagai penyambung lidah kepada masyarakat.'' Penggemar lagu ''Cinta Hampa'' itu memandang penghargaan tersebut sebagai bentuk perhatian pihak luar atas sumbangsihnya terhadap bangsa dan negara. Sebagai wakil rakyat yang memperjuangkan aspirasi, tak terpikirkan sedikit pun atas perhatian dari lembaga Prestasi Anak Bangsa. Kompromi Salah satu dari kriteria pemilihan yang dilakukan adalah tokoh yang dapat meningkatkan harkat dan martabat manusia serta memperkuat jati diri berikut kepribadian bangsa dengan memberikan wawasan untuk pembangunan bangsa baik di tingkat regional maupun internasional. Dalam posisinya sebagai Ketua Fraksi APU, sepak terjang Muhajir dikenal berani. Ketika pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) 29 Mei, dia ''diserang'' fraksi lain gara-gara mencabut dukungan kepada calon bupati H Djuhad Mahya SH CN. Dalam kondisi sidang yang kacau, dia mengambil alih dan membacakan surat pengunduran diri calon wakil bupati Wahyudin Noor Aly lantaran tak diperbolehkan menyampaikan niat mundurnya di forum paripurna itu. Kini dalam situasi pilkada terkatung-katung, Muhajir sudah menawarkan kompromi politik kepada Fraksi PDI-P dan FKB. Namun tawaran yang disodorkan pilkada diulang, dengan menjamin calon dari dua fraksi terbesar itu akan jadi ternyata hingga kini belum ada keputusan.(wh-70j) |