image

Pemenang dan Unggulan Lomba Penulisan Kritik Film. (suaramerdeka.com/Benny Benke)

22 November 2017 | 22:50 WIB | Sinema

Inilah Para Pemenang Lomba Kritik Film

JAKARTA, suaramerdeka.com- Pengumuman Pemenang Lomba Kritik Film, Artikel Opini Perfilman, dan Artikel Features Perfilman Tahun 2017 telah mencapai puncaknya. Dalam pengumuman puncak lomba Kritik Film dan Non Kritik di Gedung Theatre Perpustakaan Nasional, Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (22/11) petang telah ditetapkan tiga nama dari tiga kategori yang dilombakan.

Untuk Pemenang dan Unggulan Lomba Penulisan Kritik Film diraih oleh Musyaril Ahmad Muchlasin dari Bandung dengan judul “Ziarah: Perjalanan Simbolik Mencari Makam Pejuang Perang”. Dia menyisihkan empat Naskah Unggulan. Yaitu Angga Rulianto dari Jakarta dengan judul “Turah yang Membela Masarakat Marginal”,  Daniel Irawan dari Medan dengan judul “Rasa yang Tetap Ada dalam Gulir Akumulasi Emosi yang Lambat”. Muhaimin Nurrizqy dari Padang dengan judul “Ketidakberpihakan Kamera dalam Film Turah”, dan Ipik Tanoyo dari Jakarta dengan judul “Warkop DKI Reborn (Jangkrik Boss Part 2) Slapstick, Histeria Penonton dan Box Office”

Untuk Pemenang dan Unggulan Lomba Penulisan Opini Film direbut oleh Mutmainna dari Pinrang, Sulawesi Selatan dengan judul “Mengembalikan Dunia Anak yang Dirampas”. Dia menyisihkan Empat Naskah Unggulan lainnya, yaitu Ni Nengah Aniasih dari Bali dengan judul “Entertainment VS Education”. Suci Prasasti Albizia dari Maluku Utara dengan judul “Film Indonesia Tidak Akan Kehabisan Cerita”. Virzana Mutiara H. dari Jakarta dengan judul “Sejarah, Kelemahan, Jasa-jasa Pusbang Film”,  dan Al Zatsiah dari Kebumen dengan judul “Opini Perfilman”.

Untuk Pemenang dan Unggulan Lomba Penulisan Reportase/Feature Film direbut olehAndi Baso Djaya dari Jakarta dengan judul “Film Ekranisasi Indonesia Mulai Menjamur”. Baso menyisihkan empat Naskah Unggulan lainnya, yaitu Andi Baso Djaya dari Jakarta dengan judul “Darurat Preservasi Film Indonesia”, Avicenna Raksa Santana dari Jakarta dengan judul “Sutradara Istirahatlah Kata-Kata Tawarkan Biopic yang Berbeda”. Avicenna Raksa Santana dari Jakarta dengan judul “Laris Tak Selalu Manis” dan Shelbi Asrianti dari Malang dengan judul “Pesona Ekstrem Marlina”.

Dr Maman Wijaya, Kepala Pusbang Film Kemendikbud mengatakan, ajang Lomba Kritik Film, Artikel Opini Perfilman, dan Artikel Features Perfilman Tahun 2017 sangat penting sekali keberadaanya, karena bagian dari apresiasi film. Oleh karena itu, mekanisme kerja dan anggarannya diajanjikan akan ditambah tahun depan. "Dengan melibatkan peserta lebih luas. Dengan terus mempertahankan independensinya dalam menerapkan sistem penilaiaan dan penjuriaan," katanya.

Wina Armada Sukardi, Ketua Pokja Kritik Film mengatakan, Juri Kritik Film bekerja dengan mandiri dan melibatkan para persona yang ahli dibidangnya dalam penjuriannya. Khususnya dalam bidang kritik film. Katanya sembari merujuk nama sejumlah juri kritik film seperti Remy Sylado, Jajang C. Noer, Ilham Bintang, Bre Redana, Hardo Soekojo, Marselli Sumarno, Masmimar Mangiang, German G. Mintapradja, Benny Benke dan beberapa nama lainnya. 

(Benny Benke /SMNetwork /CN40 )