image

Foto: suaramerdeka.com/Tresnawati

22 November 2017 | 16:18 WIB | Sinema

Flm Knight Kris Penuh Pesan Moral

JAKARTA, suaramerdeka.com- Industri film Layar lebar Indonesia  memang tengah berpihak kepada genre horor dan komedi. Sebagai bukti film Warkop DKi Reborn raihan pebontonya mencapai 7 juta orang dan film pengabdi Setan penontonnya 4 juta lebih. Angka fenomenal untuk film horor selama ini.

Namun hal itu tidak membuat Deddy Corbuzier bergeming. Alih alih memilih genre horor atau komedi, Deddy justru memilih menghadirkan film animasi untuk penonton anak-anak yang diyakini tidak memiliki tontonan yang penuh edukatif.

"Saya prihatin tidak ada film untuk anak-anak,  makanya kami hadir dengan film animasi kelas dunia yang berlatar budaya Indonesia dan sangat edukatif," ujar host Hitam Putih ini saat menggelar jumpa pers baru-baru ini di Jakarta.

Selaku  eksekutif produser Knight Kris, Deddy Corbuzier menyatakan film ini ditujukan bagi anak-anak lndonesia yang selama ini minim tontonan karya lokal yang edukatif. 

Meski judulnya berbahasa Inggris, cerita dalam film ini punya konten budaya lokal, seperti tokoh pewayangan dan candi agar  ‘kids zaman now’ bisa belajar sejarah budaya Indonesia lewat film layar lebar.

Dikisahkan seorang anak  bernama Bayu (Chika Jessica) bersama kakak sepupunya, Kak Rani ( Stella Cornelia) menemukan sebuah keris sakti di candi misterius di dalam hutan terlarang. Dari keris ini, Bayu jadi punya kekuatan untuk berubah wujud menjadi ksatria harimau (Deddy Coruzier) berbaju zirah.

Ternyata, keris ini menyimpan sejarah dan membangkitkan kembali sosok raksasa Asura (Bimasakti).

Raksasa Asura yang jahat pun menghancurkan desa tempat tinggal Bayu dan mengubah para warga desa menjadi batu, termasuk ayah Bayu. Saat Bayu menyesal karena telah mengambil keris tersebut, muncul seekor kera bernama Empu Tandra (Bimasakti).

Empu Tandra pun menceritakan sejarah keris yang dulunya dia pakai untuk menyegel Asura. Sayangnya, keris tersebut terpencar menjadi enam bagian dan salah satu bagiannya ada di tangan Bayu. Akhirnya, Bayu, Kak Rani dan Empu Tandra pun pergi untuk mencari lima bagian dari keris itu.

Tentunya, perjalanan mencari pecahan keris ini tidaklah mulus. Muncul sosok Nahwara (Santosa Amin) yang berusaha untuk mengambil keris tersebut. Tanpa disadari, mereka bertiga juga diikuti oleh Yuda (Kaesang Pangarep) yang berusaha menjebak mereka.

Siapa sebenarnya sosok Yuda yang menjebak Bayu, Kak Rani dan Empu Tandra? Lalu, mampukah Bayu  menyingkirkan Nahwara dan raksasa Asura?

Film Knight Kris memberikan banyak pesan moral, seperti pentingnya tahu budaya bertamu yang baik di Indonesia dan perilaku bullying yang dampaknya tak terduga. Dari film ini pun penonton diajarkan untuk menanam nilai positif dan sifat bijaksana sedari dini.

Walaupun film ini berlatar belakang budaya lokal Indonesia, karakter penokohannya mengikuti selera generasi milenia kekinian dengan grafis computer generated imagery (CGI) yang sangat keren.

"Film Knight Kris produk lokal rasa Hollywood dan penuh pesan moral," ujar Yan Wijaya pengamat film dan wartawan senior.

(Tresnawati /SMNetwork /CN41 )