image

Banner Bandung Kunafe dan Bandung Makuta. (suaramerdeka.com/dok)

20 November 2017 | 23:55 WIB | Selebrita

Irfan Hakim dan Omesh Perang Banner dengan Laudya Chintya Bella

JAKARTA, suaramerdeka.com- Pada Minggu (19/11) yang lalu, di Jalan Banda dan jalan Sunda, Bandung Jawa Barat, terjadi "perang" banner, antara Bandung Makuta milik artis Laudya Chintya Bella,  dengan banner milik Ananda Omesh dan Irfan Hakim. Hal itu terlihat saat banner Bandung Makuta terpasang di dekat outlet oleh-oleh milik Ananda Omesh dan Irfan Hakim, Bandung Kunafe, yang berada di Jalan Banda No 23, Bandung.

Akibat banner Bandung Makuta itu, selang berapa hari kemudian, Bandung Kunafe langsung meresponnya dengan memasang banner Bandung Kunafe tepat di samping Bandung Makuta. Bandung Makuta, sebagaimana rilis yang diterima suaramerdeka.com, Senin (20/11), memasang banner yang isinya informasi mengenai outlet-outletnya. Sedangkan Bandung Kunafe lebih memilih memasang banner yang lebih membanyol seolah menjawab atau mempertanyakan keberadaan banner Makuta.

“Iya, sesuai dengan karakter Bandung Kunafe, kita menjawab banner Makuta dengan tulisan Eh ada yang "ngangenin" di Jalan Banda. Ari Maneh Kunafe ( Kalau kamu kenapa?) dan juga Kunafe ngangenin? (Kenapa ngangenin) dengan arah menunjuk banner outlet itu. Nggak apa-apa namanya juga bisnis. Yang penting bersaing sehat dan baik,” ujar Irfan Hakim, pemilik outlet Bandung Kunafe menanggapi banner Laudya Chintya Bella.

Menurut Irfan dan Omesh di beberapa kesempatan, nama Bandung  Kunafe diambil dari banyolan atau istilah yang sering digunakan antara dirinya dan Omesh untuk menggantikan arti kenapa, kunape atau kunaon dalam bahasa sunda. Ia berharap, bisnisnya ini dapat mendobrak stereotif orang sunda yang tak bisa menyebut huruf F. “Bandung Kunafe memiliki jargon #lembutpisaneuy dan 
#dinginlebihnikmat. Dan kita mengedepankan oleh-oleh Bandung zaman now. Jika Bandung Makuta identik dengan warna pink sesuai karakter Bella (Pemiliknya), saya dan Omesh suka dengan warna dominasi warna hitam dan putih. Dan cake kami tentu punya rasa sendiri,” papar Irfan. 

Bandung Makuta berdiri 17 Maret 2017 lalu, sedangkan Bandung Kunafe baru saja launching pada 21 Oktober 2017. Persaingan bisnis Bandung Kunafe dengan Bandung Makuta dan beberapa outlet oleh-oleh cake lainnya di Bandung akan semakin ketat. Meski baru memiliki satu outlet, Irfan dan Omesh optimis akan terus mengembangkan bisnisnya itu dengan membuka outlet di lokasi berbeda. 

“Iya, sekarang kita fokus dengan satu outlet ini. Nanti ke depannya akan terus kita kembangkan. Kebetulan kitakan baru buka disini dan respon masyarakat sangat luar biasa. Kita sangat optimis untuk berkembang,” terang Irfan.

(Benny Benke /SMNetwork /CN40 )