image

Foto Istimewa

18 November 2017 | 12:34 WIB | Sinema

Knight Kris, Alternatif Tontonan Bioskop Selain Genre Horor

JAKARTA, suaramerdeka.com- Layar lebar Indonesia diramaikan oleh satu animasi karya anak bangsa. Film Knight Kris (Keris Satria) hadir menjadi alternatif tontonan bioskop selain genre horor dan komedi yang mendominasi dunia perfilman.

Produser Eksekutif Knight Kris Deddy Corbuzier menyatakan film ini ditujukan bagi anak-anak Indonesia yang selama ini minim tontonan karya lokal yang edukatif.
Animasi lokal ini mengangkat tema budaya Indonesia dengan unsur pewayangan yang cukup kental. 

Menurutnya, sudah saatnya Indonesia menelurkan sebuah karya film animasi layar lebar dengan kualitas yang tak kalah bagusnya dari produksi Hollywood. ”Indonesia memiliki talenta-talenta di berbagai bidang, tak terkecuali di industri film yang beberapa tahun belakangan terlihat sangat menggeliat. Kebangkitan industri Film Tanah Air yang kondusif ini tentunya menjadi pemacu kami untuk turut meramaikannya dengan menelurkan sebuah karya layar lebar yang sedikit berbeda, yaitu animasi. Kami melihat hingga saat ini belum ada yang berani atau tergerak membuat sebuah karya film animasi, padahal Indonesia itu memiliki animator-animator hebat, yang beberapa telah turut terlibat dalam film-film animasi Hollywood. Disinilah kami merasa tertantang untuk menghadirkan sebuah karya film animasi yang kami harapkan dapat disejajarkan dengan film animasi Hollywood," katanya saat pemutaran perdana film tersebut.

Dia menilai saat ini Indonesia masih sangat minim tontonan bagi anak-anak baik di layar kaca maupun layar lebar.
"Industri film Tanah Air masih sangat jarang menelurkan film-film anak yang inspiratif dan bermutu, sehingga kehadiran ’Knight Kris’ tentunya dapat menjadi pilihan tontonan bagi anak-anak Indonesia. Anak anak Indonesia memerlukan hiburan yang cerdas dan memberi inspirasi," tambahnya.

Ia mengaku tak menargetkan jumlah penonton. Berapapun jumlahnya, Deddy mengharapkan anak-anak Indonesia dapat terhibur dan menerima film karya anak bangsa ini.

Film animasi lokal garapan Viva Fantasia dan SSS Pictures ini menelan dana cukup fantastis yakni Rp 18 miliar. Waktu pengerjaannya pun terbilang lama, 3 tahun pra produksi dan dua tahun untuk produksi.

"Saya pikir angka tersebut wajar, karena membuat animasi yang berkualitas memang mahal dan juga lama. Kalau kita mau waktu cepat dan harga yang murah, tentu hasilnya akan ecek-ecek (tidak bagus). Jadi dalam membuat ini, kita ingin serius dalam menggarapnya,” cetusnya.

Penulis sekaligus sutradara Antonius menyatakan film ini menyuguhkan sosok pahlawan yang mengambil latar belakang pewayangan Mahabaratha. Film Knight Kris menjadi bagian pertama dari trilogi yang akan digarap nantinya.

"Dengan cerita yang mengangkat budaya lokal yaitu Keris, diharapakan dapat mengedukasi anak-anak Indonesia, untuk mulai mencintai dan belajar budaya sendiri. Untuk itu, film Knight Kris ini diharapkan dapat menjadi warisan bagi generasi yang akan mendatang,” ungkap .

Meski ide cerita dan karakter animasi telah dibuat semenarik mungkin, namun tak terelakan bahwa untuk sebuah kantor animasi, pengisi suara merupakan sesuatu hal krusial yang dapat menjadi daya tarik khusus. Di film produksi perdana ini, Deddy Crobuzier juga turun langsung untuk mengisi suara salah satu tokoh ksatria bernaman Bayu Sekti. Deddy juga melibatkan pendatang-pendatang baru di dunia sulih suara seperti anak bungsu Presiden Republik Indonesia, Kaesang Pangarep sebagai tokoh Yuda, kemudian pembawa acara terkenal Chika Jessica sebagai tokoh Bayu, dan mantan personel JKT 48, Stella Cornelia sebagai tokoh Rani. Tak ketinggalan, Deddy juga melibatkan dua dubber senior yakni Santosa Amin sebagai tokoh Empu Tandra dan Bimasakti yang mengisi suara karakter raksasa Asura.

Film yang kemudian dijadikan sebuah novel ini pun, akan tayang di bioskop pada 23 November. Knight Kris akan menceritakan tentang kisah dari sebuah keris. Di dalam sebuah candi kuno, seorang anak laki-laki bernama Bayu menemukan sebuah keris yang tertancap kuat dan karena rasa penasarannya, Bayu pun mencabut keris tersebut.

Sehingga terjadi keajaiban di mana Bayu memperoleh kesaktian dengan menjadi seorang kesatria super. Namun sayang, ternyata keris itu juga merupakan segel untuk menyegel raksasa kejam yang bernama Asura. Asura adalah raksasa yang telah terkurung selama ribuan tahun lamanya dan kini bangkit kembali untuk menyebar teror kepada semua manusia. Bayu yang ditemani oleh Rani, sepupunya dan kera tua bernama Empu Tandra, Bayu harus menghadapi Asura dan para prajurit bayangan.

(Kartika Runiasari /SMNetwork /CN19 )