image
13 September 2017 | 10:44 WIB | EVENT

FLS 2017: Menjadi Kreatif Menghadapi Bonus Demografi

Remaja.suaramerdeka.com- Konferensi Paralel Pemuda Nasional Indonesia,Future Leader Summit,sukses digelar pada tanggal 9-10 September 2017 lalu di ballroom Pesonna Hotel, Semarang. Konferensi ini diselenggarakan oleh  organisasi pemuda yaitu Nusantara Muda dan telah berlangsung sejak tahun 2011. Future Leader Summit (FLS) nggak henti untuk terus menggalakkan dan mengajak seluruh pemuda Indonesia untuk turun langsung dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa, termasuk di tahun ke-7 penyelenggaraanya ini.

FLS tahun ini mengangkat tema“Be A Creative Creator to Maximize Demographic Dividend”dengan sloganDare to Create.  Alasan pemilihan dari tema dan slogan ini adalah untuk memaksimalkan Generasi Millenial agar berani menciptakan inovasi melalui berbagai karya yang kreatif, sehingga dapat meningkatkan ekonomi Indonesia khususnya Ekonomi Kreatif.

 “Kami berharap konferensi ini dapat menjadi platform atau wadah bagi para pemuda Indonesia untuk mau berlokaborasi bersama, tidak hanya melalui FLS tetapi sekembalinya mereka ke daerah masing-masing, mereka dapat menjadi api yang membakar semangat pemuda lainnya di daerah mereka sehingga bisa memberikan perubahan bagi Indonesia,”ungkap Jamal Radifan, Project Leader dari FLS 2017.

Delegasi terpilih sebanyak 240 orang dibagi sesuai denganroomatau isu yang dipilih yaitu EducationDevelopment, Tourism, Science-Technology, Urban Environment, Digital,danCreative Industry.Para delegasi tersebut sudah mengikuti berbagai rangkaian kegiatan selama 2 hari, dimulai dengan hari pertama yaituWelcoming Session, Ideas Trialyang diselenggarakan di enam tempat yang berbeda, dan ditutup dengan Gala Future Leader.

Dihari kedua, delegasi yang sudah mengukutiWorkshopdibagi menjadi 5 kelas, dan puncak acara dari FLS 2017 sendiri yaitu Grand Summit. Terdapat 14 speaker yang mengisi kegiatan FLS tahun ini, diantaranya Tyovan Ari Widagdo (Founder Bahaso), Machmud Luthfi Huzain (Founder dan CEO PT. Neolgae Indonesia Makmur), serta Sigit Kusumawijaya (Co-Inisiator Indonesia Berkebun).

Sementara itu, pada acara puncak FLS 2017 yaitu Grand Summit menghadirkan speaker yang sudah membuktikan kontribusi mereka bagi Indonesia, yaitu Putra Nababan, jurnalis senior sekaligus pendiri Talent.id, M. Alfatih Timur Co-Founder dan CEO Kitabisa.com, serta Ari Juliano Gema, Kepala Deputi Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual dan Regulasi BEKRAF.

“Saya sangat mengapresiasi konferensi Future Leader Summit ini, menurut saya, ini adalah bentuk nyata bahwa pemuda Indonesia sangat kreatif dan memiliki banyak kemampuan. Semoga saja, kegiatan seperti ini tidak hanya di Semarang, tetapi juga diikuti oleh pemuda-pemuda di kota lainnya di Indonesia,”ungkap Putra Nababan dalam konferensi pers FLS 2017.

Sementara itu, rangkaian kegiatan FLS sudah dimulai sejak pra-event berupa kampanye di media sosial pad bulan Mei 2017 yang lalu. Di bulan Juni 2017, pendaftaran delegasi dibuka dan berhasil mengajak 25.512 pemuda Indonesia yang mau memberikan perubahan untuk Indonesia, hingga terpilihlah 240 anak muda yang berkolaborasi bersama di Kota Semarang.

Foto: FLS 2017

(Adib Auliawan /SMNetwork /CN42 )